KORANMADURA.com – Mobil yang dilengkapi teknologi canggih dan terhubung dengan internet memiliki risiko lebih tinggi untuk diretas oleh penjahat dunia maya. Investigasi baru-baru ini, Mercedes-Benz E-Class Sedan secara mengejutkan mudah diretas sampai Mercedes-Benz perlu melakukan perbaikan perangkat lunak.
Peretas dapat menggunakan kartu SIM (Subscriber Identification Module) mobil yang terhubung ke internet untuk mengakses fungsi dan kontrol mobil dari jarak jauh dengan menggunakan aplikasi. Internet dibutuhkan mobil saat ini untuk mengoptimalkan fitur lane assist yang mana perlu memindai citra jalan secara terus menerus untuk mengiriman dan menerima informasi.
COO di pakar otomasi cerdas Eggplant, Antony Edwards memperingatkan bahwa teknologi ini dapat memungkinkan penjahat meretas perangkat lunak, mencuri data pengguna, dan bahkan mengontrol mobil dari jarak jauh.
“Sangat penting bahwa jenis teknologi ini terus diuji untuk mendeteksi kesalahan dan anomali dalam perangkat lunak. Mengemudi secara otonom membuka peluang baru dan juga risiko. Memastikan keselamatan pengemudi dan kendaraan akan selalu menjadi prioritas utama. Namun teknologi dalam kendaraan juga menghadirkan tantangan untuk melindungi data pribadi pengemudi agar tidak jatuh ke tangan yang salah. Mengamankan sistem dari peretas dan secara efektif mengamankan sistem dari serangan cyber adalah aspek lain yang perlu ditangani,” kata Edwards dalam wawancara dengan Express.
Di Inggris fitur ini sedang diajukan menjadi fitur standar mobil yang dijual di sana. Akan tetapi melihat ada risiko ini, Departemen Perhubungan Inggris akan melihat kembali apakah menambahkan teknologi lane assist sebagai fitur standar adalah keputusan tepat. Belum ada juga landasan hukum kendaraan otonom dan apakah teknologi itu akan aman digunakan pada kecepatan di atas 100 kpj.
Meskipun ada kekhawatiran tentang risiko keamanan teknologi, pakar industri lainnya yakin teknologi itu akan mengurangi jumlah kecelakaan dan kematian di jalan.
“Teknologi otomatis untuk kendaraan, di mana lane assist adalah yang terbaru, akan mengubah hidup, membuat perjalanan kami lebih aman dan lancar daripada sebelumnya. Ini akan membantu mencegah sekitar 47.000 kecelakaan serius dan menyelamatkan 3.900 nyawa selama dekade berikutnya,” kata ketua SMMT Mike Hawes. (DETIK.com/ROS/VEM)