SUMENEP, koranmadura.com – Sebagian petambak garam di wilayah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, saat ini sudah mulai ada yang panen. Bahkan ada yang sudah untuk kedua kalinya.
Namun, dalam beberapa waktu belakangan, ketika musim panen seperti sekarang yang kerap menjadi keluhan petambak garam di Sumenep ialah rendahnya serapan dan harganya yang dinilai “tidak bersahabat”.
Menyikapi kondisi yang seperti itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep, Akis Jazuli, mengaku prihatin. Sehingga perlu mendapat perhatian serius agar petambak tidak selalu rugi.
“Saya merasa prihatin ketika harga dan serapan garam itu rendah. Kasihan para petambak,” ujar wakil rakyat asal Dapil I itu.
Untuk itu, pihaknya minta kepada PT. Garam selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mampu menjadi solusi atas kondisi yang seperti itu. Apalagi kantor pusat PT. Garam saat ini ada di Sumenep.
“Saya minta PT. Garam optimal menyerap garam rakyat dengan harga yang layak. Karena jika itu tidak dilakukan, nanti yang menjerit para petambak,” tegasnya. (FATHOL ALIF/ROS/DIK)