SAMPANG, koranmadura.com – Tidak hanya kekeringan yang menjadi ancaman di wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, melainkan sejumlah bencana lain juga berpotensi terjadi di saat musim kemarau tiba.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Anang Joenaidi menyatakan, berdasarkan koordinasinya dengan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, Kabupaten Sampang kini telah memasuki musim kemarau sejak awal Agustus hingga akhir Oktober 2020 nanti. Sedangkan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada September 2020 mendatang.
“Tahun ini desa kekeringan kritis bertambah menjadi 78 desa yang sebelumnya sebanyak 67 desa. Artinya musim kemarau 2020 sekarang ini bertambah 11 desa,” katanya, Sabtu, 22 Agustus 2020.
Namun tidak hanya bencana kekeringan yang perlu diperhatikan, menurut Anang Joenaidi, bencana alam yang lainnya yang dimungkinkan akan terjadi di musim kemarau yaitu di antaranya angin kencang, angin puting beliung dan kebakaran. Sedangkan Untuk pemetaan potensi bencana angin kencang dan puting beliung, pihaknya menyebutkan terjadi di wilayah lima Kecamatan.
“Kalau kebakaran, seperti tahun sebelumnya, banyak rumah dan lahan terbakar. Jika ingin bakar sampah harap ditunggu hingga selesai. Untuk pemetaan wilayah bencana angin kencang dan angin puting beliung yaitu berada di Kecamatan Pengarengan, Sreseh, Kedungdung, Robatal dan Camplong. Jadi mohon diwaspadai,” imbaunya. (MUHLIS/ROS/DIK)