SUMENEP, koranmadura.com – Tak ingin menjadi pengembira, koalisi partai nonparlemen mulai merapatkan barisan menjelang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, 2020. Dipastikan empat partai yang gagal masuk parlemen pada Pemilihan Legislatif 2019 lalu berperan aktif untuk mewarnai pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan itu.
Empat partai tersebut di antaranya Partai Garuda, Partai Berkarya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo). Saat ini mereka sudah mulai melalukan konsolidasi, mengingat di Kabupaten Sumenep sudah terdapat beberapa bakal calon yang sudah mendeklarasikan diri maju pada Pilbup 9 Desember 2020 mendatang.
“Iktikad kami untuk memajukan Sumenep. Jadi, meski tidak dapat kursi, pasti kami melakukan langkah-langkah kedepan, termasuk pada Pilkada ini,” kata Hariyono, Ketua aliansi Koalisi Partai Non Parlemen, Selasa, 4 Agustus 2020.
Saat ini, kata Haryono, empat partai tersebut menyepakati akan menjatuhkan dukungan kepada calon yang benar-benar memiliki integritas tinggi.
“Secara struktur koalisi partai nonparlemen sudah selesai semua, tinggal menunggu pilihan saja,” ungkap mantan aktivis Pamekasan itu.
Secara hitungan massa, kata Haryono, keempat parpol sama-sama memiliki kekuatan yang tidak kalah dengan partai lain. Sebab, partai tersebut hampir bisa diterima di semua kalangan, mulai tokoh masyarakat hingga tokoh agama.
“Lebih-lebih di kalangan milenial. Ini bentuk perjuangan kami meski gagal masuk parlemen,” jelasnya. (JUNAIDI/ROS/VEM)