SAMPANG, koranmadura.com – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menyatakan ada dua peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun anggaran 2019, tidak hadir saat pelaksanaan tes Seleksi Kemampuan Bidang (SKB) yang digelar pada 22-24 September lalu.
“Alhamdulillah, pelaksanaannya lancar. Tapi dari total 528 peserta yang berhak mengikuti tes SKB, hanya ada dua peserta yang dinyatakan tidak hadir saat pelaksaan selama tiga hari itu,” ujar Kabid Informasi Kepegawaian dan Pengembangan Karier, BKPSDM Sampang, Hendro Sugiarto saat ditemui di meja kerjanya, Senin, 28 September 2020.
Dua peserta, lanjut Hendro sapaan Hendro Sugiarto menyatakan, alasan ketidakhadiran peserta di antaranya belum mengetahui jadual pelaksanaan. Sedangkan alasan ketidakhadiran satu peserta lainnya belum jelas.
“Satu peserta yang dianggap tidak hadir itu karena datang di saat jadwal yang terakhir. Padahal jadwalnya di hari pertama. Sehingga peserta itu dianggap sudah tidak hadir. Kemudian peserta yang satunya, memang tidak ada alasan ketidakhadirannya,” jelasnya.
Namun begitu, nilai hasil tes SKB semua peserta sebanyak 528 orang itu, kesemua hasil tes SKB disetorkan ke pusat. Bahkan untuk hasi nilai dari tes SKB tersebut masih belum turun.
“Nanti kalau terakhir penilaiannya pasti ranking, yaitu diolah dijadikan satu dengan hasil SKD-nya. Jadi tidak cuma hasil SKB saja. Dan semua pengolahan nilai-nilai itu sudah by sistem dari pusat semua,” terangnya.
Berdasarkan informasi sementara, keluarnya nilai tes SKB dari pusat diperkirakan akhir Oktober 2020 mendatang.
“Tapi yang jelas kami tetap menunggu informasi dari pusat, karena di Jakarta sendiri masih pandemi Covid-19,” akunya.
Namun begitu pihaknya menegaskan, kebutuhan kuota CPNS di Sampang saat ini yaitu sebanyak 290 orang.
“Sekali lagi, lolos atau tidaknya para peserta SKB tetap harus menunggu pengumuman resmi dari pusat,” pungkasnya. (MUHLIS/ROS/VEM)