SAMPANG, koranmadura.com – Sejatinya penanggulangan bencana non alam wabah Corona Virus Disease 2019 secara keseluruhan dipersiapkan anggaran sebesar Rp 137 miliar. Namun hingga saat ini pemerintah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, belum melakukan percepatan pemulihan perekonomian bagi pelaku usaha kecil menengah akibat dampak pandemi virus yang mendunia itu.
Anggota Pansus Covid-19 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang, Alan Kaisan menyampaikan, untuk anggaran pemulihan ekonomi bagi pelaku usaha di wilayahnya direncanakan sebesar Rp 10 miliar. Pihaknya dalam percepatan itu mengaku terus melakukan rapat dengan pihak eksekutif melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, bahkan ikut melakukan verifikasi langsung ke bawah.
“Memang dari beberapa item yang menjadi konsentrasi pengawasan kami, ada satu hal yang sangat mencolok hingga saat ini masih belum berjalan dengan baik, terkait penyerapan anggaran Rp10 miliar untuk pemulihan ekonomi bagi pelaku usaha di Kabupaten Sampang dari APBD,” katanya, Senin, 21 September 2020.
Dorongan kepada pihak eksekutif lanjut Alan Kaisan menegaskan, agar pemulihan perekonomian bagi pelaku usaha kecil cepat kembali normal. Dalam pemulihan perekonomian itu, nanti dicanangkan 1000 pelaku usaha di Sampang akan mendapat bansos pemulihan perekonomian.
Ditambahkan Ketua Pansus Covid-19, DPRD setempat, Moh Iqbal Fathoni, mengaku, percepatan pemulihan perekonomian akibat dampak Covid-19 sangat perlu dilakukan, agar persoalan kesehatan dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dengan baik di Kabupaten Sampang.
“Masih kurang dua bulan lagi masa kerja tim Pansus Covid-19. Tapi yang jelas dalam sisa waktu itu, kami akan bekerja semaksimal mungkin untuk memberikan masukan dan evaluasi pada pihak eksekutif terkait penanganan Covid-19,” katanya. (MUHLIS/ROS/VEM)