SUMENEP, koranmadura.com – Per hari ini, Senin, 21 September 2020, wilayah Kecamatan Saronggi, Sumenep, Madura, Jawa Timur, resmi lockdown. Masyarakat berharap ada bantuan dari pemerintah sebagai salah satu konsekuensi dari pemberlakuan lockdown tersebut.
Baca : Kecamatan Saronggi di Sumenep Lockdown!
Salah seorang warga, Warninda, mengatakan sebetulnya dirinya dan mungkin juga masyarakat setempat yang lain kurang setuju dengan diberlakukannya lockdown. Sebab hal tersebut diyakini akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat.
Menurut perempuan yang juga Ketua Fatayat Saronggi ini, sejak informasi lockdown tersebut menyebar, terutama melalui aplikasi perpesanan, tak sedikit masyarakat yang kebingungan.
“Masyarakat banyak yang bingung, bagaimana mendapat penghasilan kalau daerah ini lockdown, apa yang akan dimakan kalau tidak bekerja,” paparnya, Senin, 21 September 2020.
Namun begitu, masih menurutnya, di satu sisi masyarakat juga sadar bahwa kasus terkonfirmasi Covid-19 di daerah Saronggi memang cukup tinggi. Bahkan beberapa sampai meninggal dunia.
Untuk itu dia berharap pemerintah daerah sudah siap menangani dampak pemberlakuan lockdown di Saronggi. “Artinya pemerintah harus memberikan bantuan kepada masyarakat selama lockdown ini berlangsung,” tegasnya.
Selebihnya dia juga berharap pemberlakuan lockdown ini tidak terlalu lama. “Lockdown ini, kan, diberlakukan selama 14 hari, mudah-mudahan setelah itu tidak diperpanjang,” tambahnya. FATHOL ALIF/ROS/VEM