SUMENEP, koranmadura.com– Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) Pusat menggelar musyawarah besar (Mubes) II, Sabtu, 12 September 2020.
Acara yang bertema ‘Meneguhkan Pengabdian dan Kebersamaan’ tersebut bertempat di Musala Kampus Instika-IST Annuqayah, Guluk-guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Yayasan Ponpes Annuqayah K Ainul Yaqin, Ketua Pengurus Ponpes Annuqayah KH Naqib Hasan dan Ketua Demisioner IAA Pusat KH Ahmad Mawardi.
Selain itu, hadir juga para pengurus harian IAA Pusat dan jajaran pengurus dari berbagai divisi. Kemudian ketua-ketua IAA Cabang seluruh Indonesia.
Ketua Demisioner IAA Pusat KH Ahmad Mawardi mengatakan bahwa musyawarah besar (Mubes) merupakan wadah permusyawaratan tertinggi di tubuh IAA. Kegiatan dilaksanakan oleh pengurus pusat sekali dalam tiga tahun.
“Tujuannya tidak lain sebagai ajang silaturahim. Selain itu, juga wadah evaluasi pengurus selama tiga tahun. Kemudian, memilih ketua baru untuk IAA ke depan,” katanya.
Kiai Mawardi berharap, Mubes kali ini menghasilakan rekomendasi-rekomendasi yang matang untuk IAA ke depan.
“Semoga Mubes kali ini mampu menghasilakan rekomendasi-rekomendasi yang baik untuk IAA ke depan,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan PP Annuqayah K Ainul Yqlaqin berharap program IAA ke depan lebih pada pemberdayaan alumni. Selain itu, kata pengasuh PPA Latee itu, program atau kegiatan tidak boleh mengabaikan prinsip-prinsip kepesantrenan.
“Harapan kami kepada pengurus, kegiatan-kegiatan penunjang memang sangat penting. Namun dalam pelaksanaannya jangan mengabaikan prinsip-prinsip dasar kepesantrenan. Artinya, tidak mendistorsi nilai-nilai
kepesantrenan,” pintai Kiai Nunung, sapaan akrabnya.
Lima Orang Calon Ketua
Selain agenda LPJ kepengurusan, pembahasan regulasi organisasi dan rekomendasi, salah satu agenda Mubes II juga memilih nakhoda baru untuk tiga tahun ke depan.
Pantauan, sistem kepemimpinan yang demokrasi benar-benar diperlihatkan oleh para alumni dari berbagai daerah ini. Bahkan pemilihan Ketua IAA yang dimulai pada pukul 13.30 WIB itu berlangsung guyup dan tenang.
Meskipun perdebatan panjang terkait kriteria pencalonan sempat alot, namun sidang yang dipimpin Abd Aziz berjalan secara kekeluargaan dan musyawarah mufakat. Akhirnya peserta sidang menyepakati untuk memilih nama yang layak menakhodai IAA selanjutnya. Setelah itu, dirangking berdasarkan perolehan suara.
Hasilnya, lima orang disepakati untuk menjadi calon ketua. Lima calon ketua tersebut diusulkan kepada Yayasan dan Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah.
Berikut lima calon Ketua IAA yang diusulkan ke Yayasan dan Pengurus Pondok Pesantren untuk ditetapkan sebagai ketua:
1. Abd. Aziz
2. H. Muslim
3. Fathol Bari
4. Asy’ari Khatib
5. Kurdi Khan
(SOE/VEM)