BANGKALAN, koranmadura.com – Pemerintah pusat meluncurkan program kartu tani kepada masyarakat yang bercocok tanam. Manfaat kartu ini untuk membeli pupuk dengan harga miring dari pada harga yang seharusnya.
Diketahui, ada 67.000 petani yang terdata di Dispertahorbun Bangkalan. Sementara yang tercetak berkisaran 22.000 kartu tani. Sisanya masih terkendala administrasi, salah satunya keanggotan dalam kelompok tani (Poktan).
Ketua komisi B, DPRD Bangkalan, Rokib menyampaikan, selain petani harus memiliki lahan untuk mendapatkan kartu tani, juga dipastikan bahwa namanya masuk dalam keanggotaan Poktan.
“Karena masuk ke Poktan itu menjadi persyaratan, selain lahan,” katanya, Kamis, 24 September 2020.
Oleh karenanya, pihaknya mengimbau kepada para petani, agar segera masuk dalam keanggotaan Poktan. Katanya, cukup mendatangi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di desa masing-masing.
“Kami imbau segera datangi PPL di desanya, agar secepatnya diurus dalam keanggotaan Poktan,” tutupnya. (MAHMUD/ROS/VEM)