SUMENEP, koranmadura.com – Data Pemilih Sementara (DPS) pada pemilihan bupati dan wakil bupati (Pilbup) Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menuai protes.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumenep bahkan sempat walk out (WO) saat KPU menggelar rapat pleno terbuka daftar pemilih hasil perbaikan (DPHP) pada Senin, 14 September 2020, malam.
Baca: Alami Perubahan Data, Bawaslu Protes dan Pilih WO saat Pleno DPHP Pilbup Sumenep
Terkait hal itu, Komisioner KPU Sumenep Syaifurrahman menjelaskan bahwa, DPS yang telah ditetapkan pihaknya akan diuji-publik-kan untuk memastikan daftar pemilih sudah tidak ada masalah sebelum ditetapkan jadi DPT (daftar pemilih tetap).
Uji publik DPS itu akan dilaksanakan di tingkat PPS (panitia pemungutan suara) dengan melibatkan aparat desa. Seperti Ketua RT dan RW. “Nanti DPS itu akan dicek bersama-sama. Kan, yang paling tahu tentang masyarakatnya itu Pak RT dan Pak RW,” paparnya.
Mengenai waktunya, pria yang akrab disapa Syaifur ini menyampaikan, uji publik DPS akan dilaksanakan setelah masa pengumuman DPS yang akan berakhir 28 September mendatang.
Rencananya, DPS yang telah ditetapkan akan dicetak untuk didistribusikan ke masing-masing desa pada 18 September mendatang untuk diumumkan per 19 sampai 28 September 2020. Per desa nantinya akan diberi tiga rangkap.
“Satu rangkap akan ditaruh di balai desa, satu rengkap di tempat-tempat strategis di desa, dan satu rangkapnya lagi sebagai arsip PPS,” jelasnya.
Syaifur berharap, selama masa pengumuman itu masyarakat berpartisipasi aktif memastikan, apakah namanya dan nama-nama keluarganya sudah masuk daftar atau tidak.
“Kalau menemukan ada yang belum tercantum atau bahkan menemukan ada nama warga yang sudah meninggal atau pindah domisili tapi masih masuk daftar, kami berharap masyarakat melapor kepada PPS setempat,” tambahnya.
Sekadar diketahui, jumlah DPS Pilbup Sumenep 2020 yang telah ditetapkan oleh KPU ialah 823.543 orang. Jumlah tersebut menyusut 40 ribu lebih dari data pemilih pada Pemilu terakhir di tahun 2019. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)