BANGKALAN, koranmadura.com – Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur didominasi oleh para pengendara luar kota yang bepergian jauh.
Hal itu disampaikan oleh Kanit Laka Lantas Polres Bangkalan Ipda Sys Eko Purnomo. Menurutnya, dari jumlah total kecelakaan yang terjadi di kota salak ini, tercatat sekitar 60 persen pengendara yang melakukan bepergian jauh.
“Kadang bepergian dari Sumenep atau Pamekasan, karena capek terjadi Laka di Bangkalan. Atau dari luar daerah ke Bangkalan terjadi laka,” jelas Eko, sapaan akrabnya, Rabu 9 September 2020.
Tercatat Laka lantas di Bangkalan pada tahun 2018 mencapai 177 kejadian, rinciannya 79 meninggal dunia, 68 luka berat dan 160 luka ringan. Sedangkan pada tahun 2019 tercatat sebanyak 233 Laka Lantas, yaitu 107 meninggal dunia, 115 luka berat dan 197 luka ringan.
Dari data tersebut dapat diketahui, angka Laka Lantas mengalami peningkatan dari tahun 2018 ke 2019. Sedangkan untuk tahun 2020 ini, mencapai 125 kecelakaan, yakni 56 meninggal dunia, 35 luka berat dan 122 luka ringan.
Dijelaskan Eko, meningkatnya jumlah Laka Lantas disebabkan oleh kondisi fisik. Karena melakukan perjalanan jauh sehingga merasa capek. Namun, karena tidak berhenti, dengan melanjutkan bepergian biasanya akan terjadi kecelakaan.
“Capek, mengantuk harusnya berhenti. Karena tetap dipaksakan sehingga terkadang terjadi Laka Lantas,” katanya.
Tempat yang sering terjadi Laka Lantas di dominasi di jalan raya menuju antar kabupaten. Kata Eko, mulai dari Suramadu, Tanah Merah hingga Blega. Selain itu, tidak didukungnya sarana jalan yang bergelombang.
“Yang banyak di Blega, Galis, Tanah Merah dan Suramadu, karena tempat perjalanan pengendara jauh, terus jalanya banyak rusak,” katanya. (MAHMUD/ROS/VEM)