PAMEKASAN, koranmadura.com – Manajemen Madura United memastikan tidak akan menggunakan jasa Emmanuel Oti Essigba pada kompetisi Liga 1 2020, yang akan bergulir Oktober mendatang.
Alasannya karena Manajemen dan pemain asal Ghana itu tidak menemuka kata sepakat tentang pemotongan gaji 50 persen dari kontrak awal yang disepakati kedua pihak.
Menurut Direktur Madura United, Haruna Soemitro, pemotongan gaji 50 persen berdasarkan instruksi PSSI SKEP nomor 53 yang diterbitkan pada tanggal 27 Juli lalu.
“Kami pastikan Emmanuel tidak ikut kompetisi, karena tidak sepakat dengan apa yang ditawarkan klub tentang besaran salary atau gaji,” kata Haruna Soemitro, 13 September 2020.
Haruna, panggilan Haruna Soemitro mengakui Emmanuel Oti merupakan pemain andalan klub. Kendati itu, manajemen harus rela melepas Emmanuel Oti.
“Kami harus tegas lurus dengan keputusan yang dikeluarkan PSSI,” terangnya. (RIDWAN/ROS/VEM)