SAMPANG, koranmadura.com – Dua pekan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mengeluarkan surat penghentian sementara. Kebijakan pemberhentian itu dituangkan melalui Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan pada Senin, 21 September lalu.
Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, Nor Alam menyatakan, pemberhentian PTM karena saat ini sudah memasuki tahap evaluasi setelah dua pekan uji coba PTM dijalankan sejak 9-22 September 2020.
Menurutnya, SE itu ditujukan kepada Korbidikcam, Pengawas SD dan SMP serta Kepala Sekolah SD dan SMP Satuan Pendidikan yang melaksanakan Uji coba Pembelajaran tatap muka terbatas. Dalam surat itu pula dijelaskan pemberhentiannya sehingga akan dikembalikan seperti semula dengan Belajar di rumah (BDR) menggunakan sistem Daring (Dalam jaringan) atau Luring (Di luar jaringan) maupun kolaborasi Daring dan Luring sampai sambil menunggu petunjuk lebih lanjut.
“Nah setelah dua pekan berjalan, kami akan evaluasi. Di tahap evaluasi ini, PTM diberhentikan untuk sementara waktu sambil menunggu tiga hari ke depan dsri hasil evaluasi, ya maksimal Senin depan hasilnya akan keluar,” ujar Nor Alam, Rabu, 23 September 2020.
Nor Alam menyatakan, meski ada satu pengajar yang terpapar positif Covid-19, percobaan tatap muka di sekolah tersebut tetap dilanjutkan, namun kuota kehadiran siswa dikurangi yang semula 50 persen menjadi 25 persen.
“Yang satu orang terpapar positif dikarantina dan tidak diperbolehkan masuk ke sekolah. Dan sekolah itu tetap melanjut percobaan tatap muka namun kuota kehadiran siswanya dikurangi menjadi 25 persen, yaitu semula dalam satu kelas berisi 16 siswa kemudian menjadi 8 siswa,” pungkasnya. (MUHLIS/ROS/VEM)