BANGKALAN, koranmadura.com – program kartu tani untuk membeli pupuk subsidi, belum meng-cover semua petani di kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura, dan Perkebunan (Dispertahorbun), tercatat sebanyak 67.000 petani di Bangkalan. Namun, yang memiliki kartu masih 22.000 orang.
Kepala Dispertahorbun Kabupaten Bangkalan, Puguh Santoso menyampaikan, pihaknya masih melakukan pendataan secara selektif. Agar, pupuk bersubsidi dari Kementerian Pertanian, pemerintah pusat itu benar tepat sasaran.
“Teman-teman di lapangan masih melakukan pencacahan dan verifikasi,” kata Puguh, Jumat 11 September 2020.
Diketahui, salah satu syarat mendapatkan kartu tani yang dicetak BNI yaitu, masuk dalam kelompok tani. Selain itu harus mengumpulkan fotokopi KTP, tanda kepemilikan tanah, bukti setoran pajak tanah, bukti sewa.
Dijelaskan oleh Puguh, bantuan tersebut berupa uang yang akan masuk dalam saldo bank BNI. Besaran uang tak bisa dipastikan, karena luas lahan merupakan salah satu indikator banyaknya bantuan.
“Ada hitungannya, nanti melihat luas lahan, ada petugas yang menghitung,” katanya.
Diketahui, jika pupuk itu dibeli tanpa subsidi dari pemerintah, maka harga tersebut mencapai 250 ribu per sak untuk jenis Urea. Namun, berbeda jauh jika melalui kartu tani. Petani cukup membayar Rp 90 sudah mendapatkan pupuk yang kualitasnya sama.
Terakhir, Puguh berharap bantuan pupuk subsidi tersebut dapat memberikan manfaat pagi para petani yang bercocok tanam. Selian itu, kartu tani itu juga dapat tepat sasaran kepada masyarakat yang layak.
“Harapannya bisa mengurangi beban para petani yang beli pupuk dan juga tepat sasaran,” tutupnya. (MAHMUD/ROS/VEM)