SUMENEP, koranmadura.com – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam komunitas pemuda anti korupsi (Kompak) menggelar aksi demonstrasi di depan pagar kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin, 21 September 2020.
Para pemuda ini menyampaikan beberapa aspirasi serta tudingan. Di antaranya terkait tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih untuk pemilihan bupati dan wakil bupati Sumenep tahun 2020.
Mereka menuding pelaksanaan coklit oleh petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) belum sepenuhnya sesuai aturan. Misalnya, mereka menyampaikan, ada sebagian PPDP tidak betul-betul turun ke rumah-rumah warga untuk melaksanakan tugasnya.
“Kami menduga ada banyak PPDP hanya bekerja di atas meja. Hanya mencatat di rumahnya. Dan hanya sebagian yang betul-betul mendatangi rumah-rumah warga,” ujar koordinator aksi, Imam Hanafi.
Menurut dia, kejadian seperti itu, di antaranya, beberapa terjadi di Kecamatan Pragaan, Guluk-Guluk, dan Rubaru. “Makanya tak heran jika ada sekitar tujuh kecamatan yang menolak untuk tandatangan,” paparnya.
Dalam kesempatan tersebut, dalam aksinya, massa juga menyoroti merosotnya jumlah pemilih dalam daftar pemilih sementara (DPS) yang mencapai 40 ribu lebih. Menurut mereka hal tersebut kurang masuk di akal alias tidak rasional.
“Kami ke sini sebetulnya ingin agar data pemilih pada pemilihan bupati dan wakil bupati Sumenep tahun ini betul-betul valid, tidak timbul masalah. Sehingga tak menjadi celah di kemudian hari untuk digugat ke MK (mahkama konstitusi) oleh pihak manapun yang merasa tidak puas,” tegasnya.
Ketua KPU Sumenep, A. Warits memastikan seluruh tahapan yang telah dijalankan pihaknya sejauh ini sudah sesuai dengan aturan perundangan yang ada. Walakin jika ada pihak-pihak tertentu yang merasa menemukan ada masalah, pihaknya siap untuk mendiskusikan secara mendalam. Termasuk beberapa tudingan yang disampaikan para pemuda.
“Misalnya soal DPS, itu sebetulnya berawal dari DP4 (data penduduk potensial pemilih pemilu). KPU RI menerima DP4 itu dari Kemendagri. DP4 itu yang kemudian disinkronisasi dengan DPT terakhir. Termasuk di DP4 ialah pemilih pemula,” paparnya. FATHOL ALIF/ROS/VEM