BANGKALAN, koranmadura.com – Petugas penyuluh Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, masih jauh dari harapan alias minim. Pasalnya tercatat hingga saat ini, hanya 78 orang yang masih aktif.
Hal itu disampaikan oleh kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas KB dan PPPA) Bangkalan, Amina Rachmawati. Menurutnya jumlah petugas yang ada tersebut tersebar di seluruh kecamatan.
“78 petugas penyuluh itu tersebar di 18 kecamatan di Bangkalan,” kata Amina, sapaan akrabnya, Kamis 3 September 2020.
Diketahui, jumlah penyuluh ternyata mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Tercatat di tahun 2019 kemaren ada 80 petugas. Sedangkan tahun 2020 ini hanya 78. Sehingga berkurang dua orang.
Baca : Kesadaran Masyarakat Ikut KB di Bangkalan Menurun, Ini Penyebabnya
Menurut Amina, semestinya setiap desa diisi oleh satu petugas penyuluh KB. sehingga program dua anak cukup yang digaungkan pemerintah terlaksana dengan baik di kota salak ini.
“Harusnya satu desa satu petugas. Karena masih kurang maka terpaksa 1 orang memegang 3-4 desa,” katanya.
Ditanya kenapa tidak melakukan rekrutmen lagi, Amina menyampaikan yang berhak menambah petugas KB dari pemerintah pusat. Pihaknya mengaku, setiap tahun sudah melakukan pengajuan, agar di Bangkalan dapat penambahan petugas.
“Kami selalu mengajukan, tahun kemarin dapat dua orang. Kami yang mengajukan banyak,” katanya.
Namun demikian, walaupun dengan petugas yang terbatas pihaknya mengimbau kepada petugas yang mendapatkan gaji dari pemerintah pusat, agar tetap bekerja di lapangan secara maksimal.
“Harapan kami, tetap bekerja dengan baik. Agar program-program dari kami terlaksana dengan lancar,” tutupnya. (MAHMUD/ROS/VEM)