SUMENEP, koranmadura.com – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Sumenep Anti Korupsi (SAKu) menggelar demonstrasi di depan gedung DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis, 3 September 2020.
Dalam aksinya, mereka membawa sejumlah atribut aksi berisi seruan moral. Di antaranya “Sumenep bukan penampung pensiun”.
Massa aksi menyampaikan aspirasi terkait beberapa hal. Di antaranya berkaitan rekomendasi partai politik (parpol) yang tidak diberikan kepada kadernya pada pemilihan bupati dan wakil bupati Sumenep tahun ini.
“Hasil telaah kami, ada semacam kapitalisasi politik yang terjadi di Kabupaten Sumenep,” ungkap koordinator aksi Abd. Basith kepada sejumlah awak media.
Di samping itu, hal lain yang disampaikan massa aksi dalam kesempatan tersebut berkaitan dengan dugaan adanya kandidat di pemilihan bupati dan wakil bupati Sumenep yang terindikasi terlibat dalam kasus korupsi.
Kaitannya dengan hal ini, dalam rilis yang diberikan kepada para awak media, SAKu mendesak KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) mengusut tuntas kasus korupsi yang berkaitan dengan bakal calon pemimpin di Sumenep.
SAKu mendesak KPK segera menetapkan tersangka yang diduga kuat terlibat kasus korupsi, serta mendesak pimpinan partai politik untuk meninjau ulang bakal calon yang terindikasi korupsi.
Selebihnya Basith memastikan bahwa, gerakan yang dilakukan pihaknya kali ini bukan merupakan ‘aksi pesanan’. “Aksi kami murni,” tegasnya. FATHOL ALIF/ROS/VEM