SUMENEP, koranmadura.com – Gara-gara sekolahnya ditutup oleh seseorang yang mengaku sebagai ahli waris pemilik lahan, kegiatan belajar mengajar di SDN Laok Jangjang 1, Desa Laok Jangjang, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Sumenep, Madura, Jawa Timur, harus numpang tempat.
Kepala SDN Laok Jangjang 1 Abu Fachri menyampaikan, saat ini para murid di sekolah harus belajar di beberapa tempat. Termasuk di rumah gurunya.
“Harus dipencar. Karena kalau jumlah siswa SDN Laok Jangjang 1 ini cukup banyak. Total ada 171 siswa,” tuturnya, digubungi melalui sambungan telefonnya, Kamis, 3 September 2020.
Menurut dia, penutupan sekolah itu sudah dilakukan sejak 20 Agustus lalu. Awalnya dampaknya memang tak begitu terasa sebab murid masih melaksanakan pembelajaran jarak jauh akibat pandemi Covid-19.
Baca: Gegara Persoalan Lahan, SDN Laok Jangjang 1 Ditutup
Namun ketika pembelajaran tatap muka sudah aktif kembali per 1 September 2020, dampaknya sangat terasa. “Untungnya, kebetulan ada pihak yang berbaik hati mengizinkan kami numpang tempat,” ujar dia.
Dia berharap persoalan tersebut segera selesai. Artinya segera ada titik terang, apakah lahan itu secara hukum milik warga yang telah menutup sekolah tersebut atau milik pemerintah.
“Kalau harus berakhir di pengadilan silakan. Yang penting secepatnya. Dan kalau bisa, selama proses, sekolah itu tetap dibuka,” tambahnya. FATHOL ALIF/ROS/VEM