SAMPANG, koranmadura.com – Percobaan pembelajaran tatap muka di bawah lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, tampaknya memantik problem baru.
Pasalnya, dari hasil evaluasi dan pendeteksian paparan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) usai melakukan percobaan pembelajaran tatap muka diketahui sebanyak tujuh tenaga pengajar dinyatakan reaktif saat dilakukan tes cepat (rapid test).
“Iya ada tujuh guru dinyatakan reaktif hasil rapid test. Tujuh guru itu merupakan pengajar tingkat SD dan SMP yang lokasinya hanya di satu wilayah Kecamatan bukan di dua Kecamatan lainnya,” ujar Plt Kepala Disdik Kabupaten Sampang, Nor Alam kepada koranmadura.com, Rabu, 9 September 2020.
Menyikapi hasil rapid test tersebut, Nor Alam mengaku, terus berkoordinasi dengan gugus tugas Kabupaten. Bahkan tujuh guru yang dinyatakan reaktif saat rapid test akan dilanjutkan pada tahap pengujian swab guna memastikan kondisi paparan Covid-19.
“Nanti hasil swab itu yang menentukan, apakah konfirm Covid-19 atau tidak,” katanya.
Jika hasil swab, lanjut Nor Alam menyatakan terkonfirmasi, maka pihaknya akan melarang tenaga pengajar tersebut mengajar ke sekolah.
“Entah nanti guru yang terkonfirmasi positif itu dilakukan isolasi mandiri atau penangan khusus dari gugus tugas, itu sudah bukan ranah kami. Dan untuk sekolah yang gurunya terpapar, maka saya akan menyetop pembelajaran tatap muka selama 14 hari,” terangnya.
Namun begitu, pihaknya akan melakukan pemantauan perkembangan kesehatan yang dimungkinkan pernah kontak dengan guru tersebut.
“Setelah 14 hari, ya kami lihat, apakah ada gejala atau ada paparan baru. Jika dinyatakan aman maka kami akan buka kembali sekolah tersebut,” terangnya.
Menurutnya, pengambilan sampel swab untuk tujuh guru oleh gugus tugas direncanakan dilakukan hari ini hingga esok.
“Kurang tahu pasti kapan pengambilan sampel tujuh guru itu, tapi kata Dinkes kalau bukan hari ini, ya besok,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, percobaan pembelajaran tatap muka untuk tingkat SD dan SLTP dilakukan di enam sekolah yang berada di tiga wilayah Kecamatan zona aman seperti Kecamatan Torjun, Tambelangan dan Ketapang.
Sedangkan hingga 8 Sepetember 2020, kasus Covid-19 di Sampang diketahui pasien positif atau konfirmasi positif Covid-19 yaitu mencapai 237 orang, sembuh 203 orang dan tingkat kematian sebanyak 13 orang. (MUHLIS/ROS/VEM)