SAMPANG, koranmadura.com – Wacana pembentukan pulau Madura manjadi Provinsi kembali menggelinding ke publik, bahkan sejumlah wakil rakyat mulai membicarakannya karena disebut-sebut akan berpotensi meningkatkan pembangunan dan roda perekonomian.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Sampang, Alan Kaisan mengatakan secara pribadi sangat setuju dengan rencana pembentukan Provinsi Madura. Alasanya, secara pengelolaan baik tata pemerintahan maupun Sumber Daya Alam (SDA) yang ada nantinya akan dikelola sendiri oleh Madura layaknya Provinsi Jawa Timur saat ini. Namun begitu, wacana tersebut haruslah diikuti dengan peraturan yang harus dijalankan oleh masing-masing daerah.
“Selain adanya penambahan kabupaten sebagai syarat untuk membentuk provinsi sendiri, tapi yang terpenting adalah peningkatan Sumber Daya Manusianya (SDM). Agar nantinya ketika dibentuk menjadi Provinsi yang mengelolanya merupakan orang madura. Maka dari itu, perlu mempersiapkan diri pada peningkatan di sektor pendidikan, seperti di Sampang ini,” katanya, Jumat, 4 September 2020.
Di sisi lain, di sektor pengelolaan SDA haruslah dikelola sehingga menjadikan sebuah kawasan atau lumbung untuk memenuhi kebutuhan yang ada di Madura.
“Karena ketika Madura menjadi provinsi, keuangan akan meningkat. Sama halnya seperti pengelolaan keuangan di tingkat Provinsi Jawa Timur yang sekarang ini. Pendapatan dari SDA nantinya juga akan didapat secara utuh. Selama ini Madura kan hanya mendapat bagian saja,” katanya.
Ketua Fraksi Gerindra ini juga mengungkapkan, dalam pembentukan Provinsi Madura ini yang juga harus dikuatkan adalah identitas kawasan atau ikon per daerah di Madura. Misal, Kabupaten Sumenep menjadi kawasan wisata dan budaya, begitupun Sampang juga harus memiliki identitas kawasan tersebut.
“Apakah Sampang menjadi kawasan industri, ataupun kawasan bidang pertanian, ini harus jelas dan saya pribadi mendukung wacana tersebut guna meningkatkan Pembangunan Kabupaten sampang,” ungkapnya. (MUHLIS/ROS/VEM)