SAMPANG, koranmadura.com – Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Ulum Karang Durin, Sampang, Madura, Jawa Timur, diduga dilecehkan pemilik akun Facebook “Allby Madura”. Dugaan pelecehan tersebut berkaitan dengan isu kebangkitan paham Partai Komunis Indonesia (PKI).
Akibatnya, sejumlah alumni Ponpes Miftahul Ulum membanjiri kolom komentar Facebook “Allby Madura”.
Sekretaris Himpunan Alumni Ponpes Karang Durin (Himaka), Ust Ahya’ menuturkan, pihaknya bersama para tokoh, alumni beserta simpatisan akan melaporkan akun tersebut ke Polres Sampang, karena dianggap menyebarkan ujaran kebencian terhadap ulama dan pondok pesantren Karang Durin. Selain itu pihaknya menegaskan, akun tersebut kerap kali melakukan tindakan serupa.
“Sebenarnya akun Allby Madura ini pernah melakukan hal yang sama, dan sudah meminta maaf di atas surat pernyataan bermaterai. Nah kali ini berulah lagi. Karena kami nilai akun itu sudah melakukan ujaran kebencian kembali, jadi tidak bisa ditolerir lagi,” terangnya, Minggu, 4 Oktober 2020.
Ditambahkan Hakim Mohammad, Alumni Ponpes Karang Durin lainnya mengaku, sangat menyesalkan adanya ancaman (hate spech) yang dilakukan Allby Madura kepada pengasuh ponpes Karang Durin. Menurutnya, selama ini Ponpes Karang Durin merupakan tempat menimba ilmu agama, bukan justru dikaitkan dengan PKI.
“Komentar Allby Madura ini tidak patut dilakukan oleh orang yang paham agama, apalagi mengancam para masyayikh di pondok pasantren. Dari sikapnya itu, maka dipastikan nanti akan berhadapan dengan ribuan orang (alumni), karena apapun itu, alumni dipastikan tidak akan terima dan rela kiainya dihina, apalagi ada acaman,” akunya.
Menurutnya, akar persoalan itu berawal dari akun Allby Madura yang terindikasi mengaitkan kebangkitan PKI. Sehingga dirinya mengaku merasa terpanggil untuk menjaga nama baik pondok dan masyaikh.
“Oleh karena itu kami dan para alumni ingin menempuh jalur hukum ke Polres Sampang dan memintanya untuk segera menangkap pemilik akun FB Allby Madura agar menjadi efek jera serta pelajaran bagi semua orang supaya pengguna sosmed dapat bersikap arif dan bijak,” paparnya.
Berikut isi kolom komentar Facebook Allby Madura yang membuat alumni geram:
“PAMANDA Azka Anam. TERIMA TAKDIR ILAHI ROBBI kak Ki Fahmi Badri serta pendukung Jokowi lainnya harus bertanggung jawab. Makkuh kiaeh karang durin Mon samangken jek ngaling ka toottah. Bahwa kemenangan Jokowi Krn dukungan mereka termasuk NU. kalau dari kita ada yang terbunuh jek u jeu nyareh moso. Ngalak se rang terang beih.”
(MUHLIS/ROS/VEM)