BANGKALAN, koranmadura.com – Bibir pantai di Desa Tlangoh, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, mengalami pengikisan (abrasi) hingga 30 meter. Hal itu diungkapkan oleh kepala Dinas Perikanan setempat, Muhammad Zaini.
Menurutnya, akibat dari abrasi di bibir pantai Tlangoh itu, para nelayan tak bisa melintas di daerah tersebut, karena khawatir akan terbentur dengan terumbu karang besar yang mulai mencolok ke permukaan.
“Yang terkikis di sebelah barat wisata pantai Tlangoh, jadi kelihatan batunya. kira-kira 30 meter yang terkikis,” katanya, Jumat, 16 Oktober 2020.
Diketahui, pantai Tlangoh terletak di pesisir utara. Sementara tanaman mangrove juga terlihat masih minim. Jika dibiarkan, khawatir abrasi tersebut akan merembet ke rumah warga.
Oleh karena itu, agar tak merembet ke mana-mana, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan akan mengajukan pembangunan pemecah gelombang atau breakwater ke Kementerian Kelautan dan Perikanan. Diperkirakan anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 5 miliar.
Selain itu, pihaknya juga merencanakan untuk membangun tangkis laut. Anggaran tersebut bisa dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) atau Dana Desa (DD). Namun hal itu menunggu persetujuan pengajuan pembangunan breakwater terlebih dahulu.
“Kita bangun breakwater dulu. Karena tidak bisa jika belum dibendung terus membangun tangkis laut,” katanya.
Terakhir, pihaknya berharap nantinya pengajuan pembangunan breakwater tersebut dapat terealisasi. Sehingga, para nelayan dapat beraktifitas berlalu lalang mencari ikan kembali.
“Mudah-mudahan disetujui oleh pemerintah pusat,” tutupnya. (MAHMUD/ROS/VEM)