PAMEKASAN, koranmadura.com- Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menyebutkan petani tetap melakukan produksi garam meskipun harga anjlok.
Kabid Pengelolaan Pembudidayaan Ikan Dinas Perikanan dan Kelautan Pamekasan, Istamam mengatakan total ada 29, 350, 3 ton garam dari luasan lahan 923,7 hektare yang sudah diproduksi oleh petani saat ini “Tetap produksi namanya petani walaupun harganya tetap turun ya, kan sekarang 300 per kg” kata Kabid Pengelolaan Pembudidayaan Ikan Dinas Perikanan dan Kelautan Pamekasan, Istamam, 14 Oktober 2020.
Turunnya harga garam karena akibat impor yang banyak sehingga harga itu menurun. “Yang mengatur kan pasar yang terjadi dipasaran itu ya biasa hukum pasar itu ya apabila permintaan bayak atau ketersediaannya banyak itu turun,” tambahnya.
Ia menegaskan, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa dengan adanya harga garam yang turun akibat impor tersebut karena itu adalah merupakan kebijakan dari Kementerian atau pemerintah pusat. “Mudah-mudahan harga garam ini bisa naik biar petani garam Sejahtera,” harapnya. (SUDUR/ROS/VEM)