SAMPANG, koranmadura.com – Argojoyo (56), Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Tamberu Daya 3, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mendadak meninggal dunia di lokasi yang tidak jauh dari lembaga sekolahnya.
Kepsek asal Desa Dempoh, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan tersebut meninggal dunia secara mendadak di saat hendak pulang ngantor. Meninggalnya Kepsek tersebut sontak membuat geger rekan kerja dan warga sekitar.
Kapolsek Sokobanah, AKP Engkos Sarkosi membenarkan peristiwa kepsek SDN Sokobanah Daya 3 meninggal dunia secara mendadak di dekat sekolah, tempat Almarhum bekerja. Pihaknya menyatakan, meninggalnya alm Argojoyo lantaran penyakit yang diderita, sebab sebelum meninggal, almarhum diketahui tidak masuk kerja karena menderita sakit darah tinggi.
“Sebelum meninggal, almarhum tidak masuk kerja karena sakit. Tapi berhubung ada dokumen yang harus di tanda tangani oleh beliau sendiri, ia pun memaksakan diri ngantor ke sekolah tanpa ada yang mengantarkannya. Setelah pekerjaan di sekolah selesai, ia pun pulang bahkan ada rekan kerjanya menawarkan untuk mengantarkan pulang, namun beliau tidak mau. Setelah itu, tidak jauh dari sekolah tiba-tiba beliau terjatuh dan meninggal dunia,” ujarnya saat dikonfirmasi koranmadura.com melalui sambungan teleponnya, Rabu, 14 Oktober 2020.
Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, Nor Alam menyatakan, Kepsek Argojoyo sebelum meninggal menderita sakit dan sempat tidak masuk kerja ke sekolah selama dua hari. Hanya saja, meski dalam kondisi sakit, beliau masih memaksakan masuk kerja. Bahkan saat ngantor, ia sempat singgah ke kantor Koordinator Bidang Pendidikan Kecamatan (Korbiddikcam) Sokobanah serta bercerita kepada salah satu pengawas bahwa dirinya sedang sakit selama tiga hari lamanya dan ketika hendak berangkat kerja sempat ditegur istrinya karena masih masuk kerja.
“Beliau juga sempat bercerita meminta izin kepada istrinya kalau mulai sabtu akan masuk tapi, tetap tidak diperbolehkan,” ujarnya.
Selama ini pihaknya mengenal Almarhum sebagai sosok yang rajin bekerja dan sebisa mungkin untuk ngantor meski beliau berasal dari Desa Dempoh, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan.
“Nah karena dasarnya almarhum pekerja yang rajin, meski sakit beliau memaksakan diri berangkat.ke sekolah. Sebab ia pun pernah menyatakan, jika tidak berkerja, seakan dosa. Beliau berangkat dari rumahnya menggunakan sepeda motor. Beliau saat itu, hendak pulang dari sekolah, sekitar 50 meter dari sekolah, beliau terjatuh pingsan dan meninggal dunia, sehingga rekan kerja serta masyarakat bergotong royong membatu mengangkat beliau. Kejadiannya itu terjadi Selasa kemarin, sekitar pukul 11.00 wib,” tuturnya.
Lanjut Nor Alam menyatakan, beliau sejatinya sudah beranjak usia 56 tahun dan hampir memasuki masa pensiun. Sedangkan untuk riwayat penyakit dideritaya selama ini yaitu penyakit jantung dan darah tinggi.
“Di pandemi ini, beliau meninggal bukan karena paparan covid-19, melainkan memang karena memiliki riwayat penyakit jantung dan darah tinggi. Beliau empat tahun lagi akan memasuki masa pensiun. Beliau sudah lama bekerja sebagai kepsek di sana,” bebernya. (MUHLIS/ROS/VEM)