SAMPANG, koranmadura.com – Keamanan pasar Srimangunan yang dinilai kacau balau ditanggapi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan dan Peridustrian (Disperdagprin) Abd Hannan.
Menurutnya, hilangnya kendaraan roda dua jenis Honda Beat dengan Nopol M 2306 PR milik pengunjung beberapa hari lalu disebabkan kelalaian petugas parkir.
Oleh karena itu, pihaknya mengaku, akan meningkatkan pengamanan di area parkir dengan cara menambah jumlah security yang berjaga sekaligus melakukan penambahan kamera pengintai (CCTV) agar dapat memantau dari segala sudut area parkir dan pasar.
Tidak hanya itu, pihaknya juga berjanji akan memperketat lagi pengelolaan parkir di pasar Srimangunan Sampang.
“Sebelumnya sudah kami benahi pengamanannya tapi, maling ini pintar bisa lolos dari penjagaan pengamanan di sekitar,” ujarnya, Selasa, 20 Oktober 2020.
Lanjut Hannan, saat ini pihaknya mengaku sudah berkoodinasi dengan pihak kepolisian Sampang untuk menangkap pelaku pencurian sepeda motor milik korban asal Desa Bencelok, Kecamatan Jrengik, tersebut.
“Informasi dari pihak kepolisian, saat ini sedang melakukan proses pengejaran, untuk wajah pelaku sempat terekam CCTV,” ungkapnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi II DPRD Sampang, Alan Kaisan tampak geram terhadap pemerintah atas pengelolaan pasar yang tidak kunjung ada keseriusan.
Menurutnya, peristiwa kehilangan bukan hanya sesekali terjadi melainkan berkali-berkali. Menurutnya, pemerintah seharusnya memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, sebab di pasar merupakan pusat perniagaan yang harus dijamin keamanan dan kenyamanannya.
“Kami sangat menyanyangkan terhadap keseriusan pemerintah dalam managemen dan pengelolaan pasar yang tidak kunjung memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Jika ini dibiarkan, maka akan berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Akibat kejadian ini pula, pemerintah harus bertanggung jawab,” ujarnya.
Sementara Koordinator Pasar Srimangunan Sampang, Misnaki Suroso mengaku hilangnya kendaraan disebabkan kelalaian petugas parkir. Mengetahui hal tersebut, pihaknya akan bertanggung dengan mengganti kendaraan milik korban sesuai prosedur.
“Kami akan bertanggung jawab sesuai prosedur yang ada,” pungkasnya. (MUHLIS/ROS/VEM)