SUMENEP, koranmadura.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Madura, Jawa Timur, tetap akan memperingati Hari Santri Nasional 2020. Namun dipastikan tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya.
“Hari Santri Nasional tahun ini kita laksanakan kecil-kecilah. Hal ini untuk menjaga supaya jangan sampai menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19,” ungkap Wakil Ketua PCNU Sumenep, Kiai Muhammad Syahid.
Menurut Kiai Syahid, jika pada tahun-tahun sebelumnya peringatan Hari Santri Nasional dilaksanakan secara meriah, tahun ini akan dilaksanakan secara sederhana di kecamatan-kecamatan dan desa-desa. “Tentunya dengan tetap menginguti protokol kesehatan,” paparnya.
Pada momen Hari Santri Nasional tahun ini, Kiai Syahid mengingatkan kepada seluruh pihak, terutama kalangan santri, agar tetap menjunjung tinggi nilai-nilai pesantren. Baik dalam bersikap, bertingkah, maupun berkata.
Salah satu sikap santri yang perlu terus dijaga ialah selalu sejuk dan damai dalam menyikapi situasi apapun. “Kami mengimbau kepada siapapun agar bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan damai,” tambahnya.
Sekadar diketahui, Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Penetapan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015.
Penetapan tanggal 22 Oktober merujuk pada “Resolusi Jihad” KH. Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945 yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Peringatan Hari Santri Nasional 2020 secara khusus mengangkat tema “Santri Sehat Indonesia Kuat”. FATHOL ALIF/ROS/VEM