BANGKALAN, koranmadura.com – Program pengususlan kartu tani untuk pupuk bersubsidi di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, diperpanjang hingga 20 November 2020 ke depan. Sebelumnya, dijadwalkan berakhir pada tanggal 30 september 2020 kemarin.
Perpanjangan ini dilakukan karena masih banyak para petani di kabupaten paling barat pulau Madura balum tercover program tersebut.
Kasubbag Perencanaan dan Evaluasi Dispertahorbun Bangkalan Chk Karyadinata menyampaikan, hasil sementara saat ini ada peningkatan dari sebelumnya. Namun, belum semua petani terdata sebagai penerima.
“Ada Penambahan petani 6.000 dan tambahan kartu tani yang sudah selesai 20.000,” jelas Chk, sapaan akrabnya, Senin, 5 Oktober 2020.
Baca:
Kartu Tani untuk Pupuk Bersubsidi di Bangkalan Ditunda Tahun Depan
Ingin Akses Kartu Tani, Masyarakat Diimbau Bergabung ke Poktan
Dikatan olehnya, jumlah tersebut ada penambahan dari data sebelumnya yakni 67.000 menjadi 73.000 petani dan dari 22.000 menjadi 42.000 kartu tani subsidi gaji yang diusulkan.
Walaupun belum banyak yang tercover, pihaknya mengaku sudah melakukan sosialisasi kartu tani kepada petani. Katanya, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa melalui penyuluh.
“Prinsipnya kami tetap sosialisasi, mendata dan menginput petani ke E RDKK dan mendapatkan kartu tani,” katanya.
Sekedar diketahui, syarat mendaftar kartu tani yaitu melampirkan foto kopi KTP dan KK, lalu hubungi PPL/Poktan/Gapoktan setempat. (MAHMUD/ROS/VEM)