SAMPANG, koranmadura.com – Dugaan keberadaan lokalisasi di wilayah Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, sebenarnya tidak asing lagi di telinga para penegak Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten setempat.
Bahkan, ketika dilakukan operasi oleh petugas gabungan dari unsur Satpol PP, TNI dan Polri ke lokasi di Dusun Rabajateh, pada Senin malam, 5 Oktober 2020 lalu, justru nihil tangkapan lantaran diduga informasi adanya operasi telah bocor sebelumnya.
“Sebenarnya Minggu malamnya, 4 Oktober, kami sudah memasang orang di sana, dan waktu itu lokasi yang diduga tempat bisnis prostitusi memang sudah kosong. Mungkin karena setelah adanya pemberitaan sebelumnya, sehingga di sana mulai mengosongkan tempat dan menghilangkan jejak,” ujar Suryanto selaku Kepala Satpol PP Sampang, kepada koranmadura.com, Rabu, 7 Oktober 2020.
Namun begitu pihaknya mengakui, dugaan keberadaan lokalisasi di daerah Dusun Rabajateh, Desa Taddan sudah santer dan tidak asing lagi bagi pihaknya.
“Kalau dugaan jual beli itu (prostitusi) memang ada. Tapi itu masih dugaan ya,” ungkapnya.
Oleh karenanya, pihaknya mengaku saat ini terus gencar melakukan patroli di daerah rawan tersebut, dengan harapan pekerja seks komersil (PSK) dan pelanggan merasa tidak nyaman lagi berseleweran di daerah tersebut. Selain itu, pihaknya juga mengaku sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi.
“Mudah-mudahan para saksi memberikan keterangan yang jelas dan cukup sehingga kami bisa lanjutkan ke proses projustisia. Tetapi jika pemeriksaan saksi sementara ini tidak memberikan bukti yang cukup, ya kami pun tidak bisa berbuat apa-apa,” akunya.
Operasi Protokol Kesehatan (Prokes) yang digelarnya pada Senin malam, 5 Oktober beberapa hari lalu, diakuinya untuk memastikan keberadaan penghuni kos di daerah tersebut untuk mematuhi Prokes pencegahan Covid-19.
“Operasi itu kami menegakan prokes saja, bukan Perda Trantibum. Karena memang di sana ada kos-kosan. Ya harapannya dengan operasi prokes ke sana juga mendapatkan hasil dari dugaan prostitusi itu, minimal dugaan itu bisa bekurang atau bahkan tidak ada,” pungkasnya. (MUHLIS/ROS/VEM)