BANGKALAN, koranmadura.com – Sensus penduduk secara tatap muka di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur akhirnya sudah rampung. Yaitu dimulai sejak tanggal 01 sampai 15 September 2020.
Sensus penduduk ini, merupakan tahap kedua di tahun 2020 ini. Tahap pertama, menggunakan sensus secara online yang ditargetkan 20 persen dari jumlah proyeksi 900 ribu penduduk.
Sedangkan sisanya, 80 persen menggunakan tatap muka yang hanya diberi waktu 15 hari untuk menyelesaikan sensus penduduk by door to door, alias didatangi ke rumah masing-masing.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangkalan, Widarto Adi Diswanto menyampaikan, hasil dari sensus penduduk pada tahun 2020 ini secara total sebanyak 1.054.873 jiwa. Jumlah itu lebih tinggi dari proyeksi yang ditargetkan sekitar 994.212 jiwa.
“Total sementara 1.054.873. Laki-laki 521.034 dan perempuan 533.839,” kata Widarto, Kamis 01 Oktober 2020.
Jumlah petugas yang dikerahkan untuk melakukan sensus penduduk itu sebanyak 741 orang. Mereka tersebar di setiap desa di kabupaten paling barat pulau Madura.
Dipercepat masa kerja sensus penduduk, karena adanya wabah virus Corona yang khawatir akan menyebar kepada petugas. Selain itu, mempertimbangkan dengan anggaran yang dipangkas, sehingga tersisa Rp 3 miliar.
“Cepat sensus penduduk, tidak seperti biasanya, karena adanya virus Corona,” katanya.
Disampaikan Widarto, hasil sensus penduduk tersebut juga bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) setempat. Sehingga data dari dinas tersebut akan diverifikasi lagi ke lapangan oleh petugas.
“Jadi, jika sudah pegang data kita lebih mudah dan cepat,” katanya. (MAHMUD/ROS/VEM)