SAMPANG, koranmadura.com – Keamanan dan kenyamanan pelaku usaha maupun pengunjung di Pasar Srimangunan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, semakin terancam.
Selain barang-barang milik pedagang yang dikeluhkan karena raib, kini barang berupa sepeda motor milik pengunjung juga ikut raib saat berada di halaman area parkir pasar.
Berdasarkan informasi yang diterima koranmadura.com, peristiwa kemalingan sepeda motor berplat M 2306 PR terjadi sekitar pukul 10.31 wib, Minggu pagi, 18 Oktober 2020. Pemilik motor diketahui seorang perempuan asal Desa Bancelok, Kecamatan Jrengik.
Pemilik motor juga diketahui bekerja sebagai sales di salah satu operator seluler. Saat kehilangan sepeda motor, pemilik masih memegang kartu karcis parkir Pasar Srimangunan.
“Kemarin itu yang hilang di dalam Pasar Srimangunan, sepeda motor milik teman saya. Barang-barangnya semuanya ada di dalam jok sepedanya termasuk STNK-nya,” ujar warga Kelurahan Gunung Sekar yang enggan disebut namanya, Senin, 19 Oktober 2020.
Sementara, Koordinator Pasar Srimangunan, Misnaki Suroso, mengakui, ini merupakan kelalaian para petugas parkir. Beberapa kali ia telah mengingatkan agar melakukan pengecekan dan penjagaan di pintu masuk dan keluar.
“Sudah sering saya peringatkan kepada para petugas parkir, agar selalu waspada dalam bekerja,” ucapnya.
Misnaki Suroso meminta kepada korban, agar melaporkan kepada pihak kepolisian. Untuk ganti rugi, korban dapat dipastikan mendapatkannya, sesuai dengan prosedur yang ada.
“Pihaknya akan bertanggungjawab atas insiden ini, sesuai dengan prosedur yang berlaku,” pungkasnya.
Menanggapi peristiwa kemalingan itu, Wakil Komisi II DPRD Sampang, Alan Kaisan tampak geram terhadap pemerintah atas pengelolaan pasar yang tidak kunjung ada keseriusan. Sebab menurutnya, peristiwa kehilangan bukan hanya sesekali terjadi melainkan berkali-berkali. Menurutnya, pemerintah seharusnya memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, sebab di pasar merupakan pusat perniagaan yang harus dijamin keamanan dan kenyamanannya.
“Kami sangat menyanyangkan terhadap keseriusan pemerintah dalam managemen dan pengelolaan pasar yang tidak kunjung memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Jika ini dibiarkan, maka akan berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Akibat kejadian ini pula, pemerintah harus bertanggung jawab,” ujarnya.
Lanjut Politisi Gerindra ini menegaskan akan melakukan pemanggilan kepada pihak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan pengelola pasar.
“Kalau perlu, kami akan usulkan kepada pemerintah agar membentuk tim investigasi yang juga melibatkan kepolisian agar nantinya keamanan pedagang maupun pengunjung pasar terjamin. Beberapa waktu lalu, dompet milik adiknya DPRD Sampang kecopetan. Ini kan miris,” katannya kesal. (MUHLIS/ROS/VEM)