SUMENEP, koranmadura.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengklaim telah menyalurkan bantuan kepada warga terdampak Covid-19 di tujuh desa yang menerapkan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) di Kecamatan Saronggi.
Bantuan dari BPBD diberikan setelah kebijakan PSBM tersebut berjalan 10 hari, tepatnya pada Rabu, 30 September 2020, kemarin. PSBM atau ‘lockdown’ terbatas di tujuh desa di Kecamatan Saronggi mulai efektif per 21 September lalu.
Kepala BPBD Sumenep, Abd. Rahman Riadi menyampaikan bantuan yang diberikan pihaknya berupa beras 5 kilo, minyak goreng, gula, dan mie instan.
Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada masing-masing pemerintahan desa untuk disalurkan kepada masyarakat. Prioritasnya warga terdampak Covid-19 dan mereka yang betul-betul kurang mampu.
“Masing-masing desa sebanyak 75 paket sembako. Ada beras 5 kilo, minyak, gula dan mie instan,” papar mantan Sekretaris Bappeda Sumenep ini, Kamis, 1 Oktober 2020.
Selebihnya dia menjelaskan, bantuan yang diberikan BPBD Sumenep di luar bantuan yang dari Dinas Sosial (Dinsos) setempat.
“Kalau yang dari Dinsos hanya bagi yang di-rapid test. Mudah-mudahan nanti semua masyarakat yang terdampak mendapat bantuan,” tambahnya.
Sekadar diketahui, berdasarkan data Dipendukcapil tahun 2019, jumlah warga di tujuh desa yang menerapkan PSBM mencapai sekitar hampir 22 ribu jiwa.
Perinciannya Desa Tanah Merah 3.289 jiwa; Saroka 2.282 jiwa; Kebundadap Barat 1.721 jiwa; Kebundadap Timur 3.024 jiwa; Langsar 3.040 jiwa; Tanjung 3.515 jiwa; dan Pagar Batu 4.951 jiwa. FATHOL ALIF/ROS/VEM