SAMPANG, koranmadura.com – Sehari setelah ribuan alumni dan simpatisan yang tergabung dalam Himpunan Alumni Karang Durin (Himaka) Ponpes Karang Durin, Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang menggelar aksi di depan Mapolres Sampang, Senin, 5 Oktober 2020 kemarin, akhirnya pemilik akun Facebook Allby Madura, memenuhi panggilan polisi.
Pemilik akun Allby Madura diduga melakukan pelecehan terhadap pengasuh dan Ponpes Karang Durin yang dikaitkan dengan tumbuhnya Partai Komunis Indonesia (PKI).
Kapolres Sampang, AKBP Abdul Hafidz melalui Kasatreskrim AKP Riki Donaire Piliang membenarkan pemilik akun Allby Madura berada di Mapolres untuk memenuhi pemanggilan penyidik untuk klarifikasi.
“Jadi yang bersangkutan memenuhi undangan klarifikasi dalam tahap penyelidikan,” ujarnya, Selasa, 6 Oktober 2020.
Ditanya status pemilik akun Allby Madura, AKP Riki sapaan akrabnya menyatakan bahwa saat ini pemilik akun tersebut masih berstatus saksi.
“Prosesnya tahap lidik dan yang bersangkutan masih sebagai saksi,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, usai ribuan alumni dan simpatisan turun jalan, pemilik akun Allby Madura dalam beranda akun facebooknya telah menyatakan dengan tulisan permohonan maaf, bahkan pemilik akun mengaku sebagai waega negara yang taat hukum akan memenuhi panggilan polisi. Dirinya juga menyatakan permohonan maaf kepada keluarga guru besar Ponpes Karang Durin yakni Gus Fauzan Zaini dan Gus Khairon Zaini sebagai pengasuh, serta kepada alumni dan simpatisan.
Begini isi permohonan maaf yang diposting Allby Madura:
Assalamu alaikum wr. wb…. Salam ukhuweh islamiyah pada semuanya sahabat dumai.
Berawal dari candaan komentar saudara saudaraku Di qroup WA komonitas pemuda akeket dgn kanda Fahmi Badri alek terima taqdir ilahi robbi pamanda Azkal Anam dan kanda Beny sahabat baikku Abd Wahab Akarim. Kini kita berpisah sementara untuk memenuhi panggilan hukum negara kita tercinta. karna Kami sebagai warga negara yg baik pasti taat pada hukum yg berlaku.
kepada Yg terhormat KELUARGA BESAR GURU BESAR GUS FAUZAN ZAINI dan GUS KHOIRON ZAINI sebagai pangasuh PP. KARANG DURIN beserta alumni dan simpatisan, kami yg hina ini mohon maaf sebesar besar atas komentar saya yg sangat menyinggung panggeliyen syaikhona dan kecangkolangan abdinah dek ajunan dan menyinggung erasaan alumni mungkin.
Kami sangat menyesal dgn apa yg kami tulis sebagai komentar itu.
ini sebenarnya sangat terlambat krn sejak kejadian berada di situasi dan suasana yg tdk memungkinkan untuk suwan pada bliau bliau untuk Memohon maaf dan mengklarafikasi pada beliau.
buat Kanda fahmi badri yg selaku pansehat di setiap canda tawa saya selama Ini di dunia maya juga Hambali Anang dan pak bun R Djanur Aryosuno kalian sahabat dan saudaraku yg sangat baik. buat Lek zeli Sebagai karang duri di tobei tenga terimakasih atas semua saran dan nasehatnya.
Semoga kejadian ini menjadi pelajara diri saya Pribadi dan kita semua sekaligus menjadi pelajara Ilmu yg sangat berharga bagi kita semua. Amiin ya robbal alamiin.
(Muhlis/SOE)