SUMENEP, koranmadura.com – Wabah virus corona di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, semakin ganas. Pemerintah daerah terpaksa melockdown tujuh desa di Kecamatan Saronggi.
Guna menghindari terjadinya perkumpulan massa, Satgas Covid-19 di Sumenep inten melakukan razia, salah satunya di tempat tongkrongan, seperti cafe dan tempat keramaian. Itu sebagai langkah menanggulangi penyebaran Covid-19. Tidak sedikit pasien dan tenaga kesehatan yang meninggal akibat virus tersebut.
Kondisi tersebut juga berdampak pada kegiatan serial diskusi publik yang dilakukan oleh Ruang Tengah Sumenep (RTS). Kegiatan rutin mingguan tersebut terpaksa dihentikan.
“Serial Diskusi ke IV Ruang Tengah Sumenep tidak bisa di lanjutkan karena adanya pandemi covid,” kata Abd. Gani, Ketua RTS pada media ini.
Serial diskusi ini, kata dia, sebelumnya dirancang hingga menjelang pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep mendatang. Setiap pertemuan selalu menghadirkan narasumber yang kompatibel dari kedua pasangan calon. Salah satunya yang sempat diundang adalah Abrari, Darul Hasyim Fath dan yang lain.
“Selain itu kami juga mengacu pada imbauan Kapolres Sumenep untuk tidak mengadakan acara/kerumanan yang mendatangkan orang banyak, dengan demikian ruang tengah sumenep, mengambil inisiatif untuk tidak melaksanakan kegiatan diskusi tersebut,” ungkapnya.
Ditundanya kegiatan tersebut, kata dia, juga untuk memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Sehingga masyarakat tidak lagi mengadakan kegiatan yang melibatkan orang banyak.
“Karena ini lebih banyak dampak moderat kepada orang banyak, kita memohon kepada Allah SWT agar Covid-19 ini segera berakhir, sehingga masyarakat bisa melakukan aktifitas sebagai mana bisanya, termasuk ruang tengah sumenep dapat melanjutkan kegiatannya yang berdampak kepada SDM sumenep,” tegasnya.
Sementara Zainurrozi, pengamat hukum muda berharap, agar pelaksanaan diskusi tersebut bisa digelar kembali. Sebab, kegiatan tersebut dinilai sangat bagus guna memberikan pendidikan politik bagi masyarakat, khususnya bagi pemilih pemula.
“Meski sangat sederhana kami harap bisa digelar lagi,” jelasnya.
Pilkada di Kabupaten Sumenep akan digelar pada tanggal 9 Desember 2020. Kabupaten Sumenep merupakan satu dari 270 daerah di Indonesia yang akan menggelar pilkada serentak 2020. (JUNAIDI/ROS/VEM)