SUMENEP, koranmadura.com – Ratusan calon wisudawan dan wisudawati Universitas Wiraraja Sumenep, Madura, Jawa Timur, memprotes biaya wisuda daring yang dinilai terlalu mahal.
Mahasiswa menggelar aksi di kampus Unija. Selain berorasi secara bergantian, dalam aksinya mereka juga membakar toga dan menyegel kantor Rektorat.
Merespons protes mahasiswa tersebut, Wakil Rektor III Unija Mujib Jannan menjelaskan, bahwa beberapa waktu lalu pihaknya sudah menerima audiensi yang dilakukan mahasiswa berkaitan dengan biaya wisuda tahun ini.
“Setelah kami mendengarkan aspirasi mahasiswa, dari hasil audiensi tersebut kemudian dikeluarkan surat edaran rektor, biaya wisuda daring diturunkan menjadi 750 ribu (dari sebelumnya Rp 850 ribu, red),” paparnya.
Baca: Mahasiswa Unija Protes Biaya Wisuda Daring
Saat menemui massa aksi, Mujib juga menegaskan, bahwa wisuda secara daring tahun ini tetap mengacu kepada surat edaran rektor tersebut, yakni tertanggal 13 November 2020.
“Bagi mahasiswa jika tidak mau mengikuti wisuda tahun ini diperbolehkan untuk mengikuti wisuda pada tahun berikutnya, yaitu tahun 2021,” tambahnya. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)