SAMPANG, koranmadura.com – Seruan pemboikotan produk asal Negara Prancis, terus merebah luas, tak terkecuali di Kabupten Sampang, Madura, Jawa Timur.
Pemboikotan produk-produk asal Perancis lantaran pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron, di Les Mureaux, Prancis pada tanggal 2 Oktober 2020 lalu yang dinilai menghina umat islam.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sampang, KH Bukhori Maksum menyatakan, seruan pemboikotan produk asal Prancis bukan hanya terjadi wilayah Kabupaten Sampang, melainkan di beebagai wilayah termasuk di Madura.
“Kami MUI Sampang bersama MUI se-Madura, sudah melakukan pertemuan dan sudah dirapatkan, bahwa sepakat memboikot segala produk-produk asal Prancis,” ujar Ketua MUI Sampang, KH Bukhori Maksum, Selasa, 3 November 2020.
Tidak hanya soal pemboikotan produk, KH Bukhori Maksum mengaku telah menyerukan kepada lapisan masyarakat yang merasa beragama islam dan yang mencintai Rasulullah SAW untuk tidak membeli produk-produk Prancis.
“Kami imbau kepada pelaku usaha atau toko jangan kulakan produk asal Prancis baik dari bentuk mamin ataupun sektor perdagangan lainnya. Kita lihat sebulan ke depan pemboikotan ini, kami yakin perekonomian mereka akan mati. Makanya jangan sampai umat islam coba-coba membeli produk asal Prancis,” jelasnya.
Namun begitu, pihaknya mengaku belum bersurat kepada pelaku usaha toko di seluruh wilayah Kabupaten Sampang.
“Kalau itu masih belum, mungkin nanti akan berkoordinasi dengan Pemkab,” akunya.
Menurutnya, pemboikotan tersebut dikakukan lantaran Presiden Prancis Emmanuel Macron dinilai mendukung adanya pemajangan karikatur Nabi Muhammad SAW.
“Itulah yang menjadi hinaan kepada kaum muslim, karena pembuatan karikatur itu dianggap berekspresi, kan kurang ajar. Siapapun oleh dia (presiden) itu, dianggap boleh menghina Nabi. Sangat kurang ajar itu,” pungkasnya. (MUHLIS/ROS/VEM)