SUMENEP, koranmadura.com – Harga tembakau tahun ini yang tidak begitu bagus membuat para petani cukup terpukul. Mereka berharap pemerintah dapat menekan pabrikan untuk tidak membeli hasil pertanian mereka dengan semena-mena.
Hal ini terungkap saat MH. Said Abdullah menggelar serap aspirasi di Kecamatan Dungkek, Sumenep, Jawa Timur, Senin 2 November 2020.
Menurut warga, hasil penjulan tembakau mereka tahun inu nyaris tidak cukup untuk mengganti biaya selama masa proses cocok tanam hingga panen.
“Oleh karenanya kami mohon agar Pak Said bisa memperjuangkan nasib kami. Bagaimana caranya agar harga tembakau ini tidak hancur,” keluh salah satu warga yang hadir dalam acara tersebut.
Merespons itu, MH Said Abdullah mengungkapkan bahwa yang bisa dilakukan pemerintah dan DPR adalah mengimplementasikan UU tentang tata niaga tembakau. Minimal kata Said, agar impor 20 persen dari kebutuhan nasional maksimal.
“Saat ini pabrik rokok punya stok bahan mentah sampai 7 tahun. Ekspor sampai 40 persen dari kebutuhan nasional. Sementara cukai rokok sekitar Rp 120 T lebih. Jadi, yang bisa dilakukan pemerintah yaitu mendorong regulasi tata niaga tembakau berjalan sesuai yang diharapkan,” jelas Said. (SOE/VEM)