PAMEKASAN, koranmadura.com -Hajatan Pentas Nasional (Pena Santri) Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, Desa Palengaan Daja, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, terus berlangsung di masa Pandemi Covid-19.
Agenda-agenda nasional yang mewarnai Pena Santri 2020, diberbagai zona mulai diselenggarakan, utamanya Festival Tarbiyah Diniyah Nasional (FTDN).
FTDN zona Jawa yang diselenggarakan sejak 7 November 2020, secara daring/virtual, untuk zona Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep dilaksanakan sistem tatap muka.
FTDN yang dikemas dengan perlombaan hafalan ini dibagi menjadi tiga kategori, tingkat RA/TK, tingkat MI/SD dan tingkat MTs/SMP.
Lomba hafalan surat-surat pendek dan doa harian khusus untuk usia RA/TK, sementara untuk hafalan Jus 30 untuk siswa/santri MI/SD, dan lomba orasi wawasan keislaman untuk MTs/SMP.
Ketua Panitia Pena Santri, Muksin Salim mengatakan, pelaksanaan FTDN pada masa Pandemi ini menerapkan protokol kesehatan Covid-19, baik FTDN virtual maupun tatap muka.
“Pelaksanaan FTDN dilakukan serentak hari ini, tentu karena kegiatan ini di masa Pandemi, panitia diberbagai zona menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” kata Muksin Salim, Minggu, 8 November 2020.
Muksin, panggilan Muksin Salim, berharap pelaksanaan FTDN diberbagai zona berjalan sesuai harapan.
“Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar, berharap juga pandemi jangan jadikan halangan, jadikan momentum untuk mengembangkan talenta anak bangsa,” harapannya.
Pena Santri digagas oleh Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar, event ini diisi beragam acara, FTDN, Webinar, Workshop Sinematografi untuk Santri, Seminar Nasional ‘Mengenang 40 Tahun Wafatnya RKH. Abdul Hamid Baqir’ dan Peradaban Award. (RIDWAN/ROS/VEM)