BANGKALAN, koranmadura.com – Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Muh Syarif juga gencar menyuarakan untuk menjadikan pulau garam sebagai provinsi.
Menurut Abah Syarif sapaan akrabnya Muh Syarif, Madura memiliki potensi yang cukup besar yang dimanfaatkan. Namun sayangnya, tak bisa dinikmati secara langsung oleh masyarakat pulau garam.
“Seperti migas dan garam, hulunya ada di Madura dan hilirnya ada di luar. Kita tidak bisa mengelola sendiri dari hulu sampai hilir karena Madura belum jadi provinsi,” katanya.
Menurut dia, masyarakat Madura sudah sepakat ingin menjadikan pulau garam sebagai provinsi. Jadi, tak ada alasan lagi untuk menolak keinginan orang banyak. “Karena masyarakat juga ingin menikmati potensi secara langsung,” imbuhnya.
Ditanya terkait persyaratan administrasi. Dia tidak sepakat jika pembentukan provinsi harus ada lima kabupaten atau 4 kabupaten dan 1 kotamadiya. Karena, jumlah itu lebih kepada kuantitatif. Jikalau ada pemekaran, Madura butuh waktu lama untuk jadi provinsi.
“Makanya kami pernah mengajukan Judicial review ke MK terkait syarat pemekaran wilayah,” katanya.
Sesuai Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 kata Abah Syarif, pengembangan suatu wilayah didasarkan pada kesamaan kekhasan, keunikan, potensi yang ada di daerah tersebut.
“Secara kualitatif di Madura memiliki kesamaan budaya hingga bahasa. Jadi tidak perlu harus 5. 4 saja cukup,” ucapnya.
Selain itu, Madura juga memiliki sejarah yang tidak bisa dilupakan. Pasalnya, pada bulan Desember tahun 1949 – Agustus 1950, Madura pernah masuk dalam bagian Republik Indonesia Serikat (RIS). “Itu menandakan bahwa Madura mampu jadi provinsi,” pungkasnya.
Namun celakanya lagi, dari 16 negara yang ada di dalam RIS bentukan Belanada, hanya Madura yang tidak jadi provinsi atau daerah khusus. “Semestinya jadi provinsi. Saat ini Madura masih hanya ada Badan Koordinator Wilayah,” imbuhnya.
Oleh karena itu, pihaknya tetap berupaya semaksimal mungkin untuk menjadikan Madura sebagai provinsi yang terpisah dengan Jawa Timur. “kami tetap cari jalan keluarnya agar Madura jadi provinsi,” tutupnya. (MAHMUD/ROS/VEM)