SAMPANG, koranmadura.com – Jadi perhatian soal peredaran narkoba, kini jajaran Polsek Ketapang beserta 18 anggotanya, melakukan tes urine di Markas Polisi Sektor (Mapolsek) setempat, Rabu, 4 November 2020.
Tes urine yang digelar transparan itu dihadiri beberapa elemen di antaranya dari unsur Kecamatan, Koramil, Tokoh agama setempat, tokoh pemuda, pegiat narkoba dan sejumlah kepala desa di Kecamatan Ketapang.
Kapolsek Ketapang, Kapolsek Ketapang AKP Achmad Rakhatullah Dwi Nugroho mengatakan, kegiatan ters utine terbuka dilakukan oleh dirinya beserta 18 anggotanya sebagai wujud komitmen memberantas narkoba di wilayah Kecamatan Ketapang.
“Kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa pemberantasan narkoba dimulai dari kita sendiri,” ujarnya.
Lanjut AKP Achmad Rakhatullah Dwi Nugroho, menyatakan, peredaran narkoba jenis sabu di wilayah utara terbilang cukup tinggi, sebab jalur utara rentan digunakan untuk akses keluar masuk narkoba dari luar daerah ke wilayah Madura. Sehingga perlu tindakan ektra untuk memberantas demi masa depan anak dan cucu di Kabupaten Sampang, khususnya Kecamatan Ketapang.
“Alhamdulillah semuanya negatif. Kami akan melakukan langkah sidak di masing-masing lokasi rawan peredaran narkoba. Tadi kami juga sudah berkoordinasi dengan Camat, Danramil, dan unsur pemerintahan lain untuk melakukan tindakan kepada masyarakat yang diketahui terlibat dengan narkoba,” tegasnya.
Sementara Kiai Muhammad Urif, Tokoh agama setempat mengaku, pihaknya memang sengaja meminta kepada kepolisian sektor Kecamatan Ketapang untuk melakukan tindakan tegas kepada siapa saja yang terlibat terhadap peredaran narkoba. Hal itu dikarenakan, dirinya beserta tokoh agama yang lain menginginkan kehidupan masyarakat setempat benar-benar kondusif.
“Kami memang meminta kepada aparat kepolisian untuk menjalankan tugas yang sebenarnya apalagi sekarang sudah didukung oleh semua kepala desa. Sehingga kami berharap kehidupan masyarakat di Kecamatan Ketapang menjadi aman dan kondusif,” jelasnya. (MUHLIS/ROS/VEM)