PAMEKASAN, koranmadura.com – Ada sekitar 5.000 dari total 131.476 petani di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, yang belum memiliki kartu tani untuk penebusan pupuk subsidi.
Hal ini diungkap oleh Kepala Bidang sarana dan prasarana, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distan PHP) Kabupaten Pamekasan, Nolo Garito.
Menurutnya, pihaknya menargetkan pembuatan kartu tani selesai akhir Bulan Desember 2020. Sebab, awal bulan Januari akan diberlakukan pengambilan pupuk subsidi dengan kartu tani.
“Akhir Bulan Desember harus selesai, karena awal Bulan Januari harus pakai kartu tani, alasannya yang jelas untuk mencegah penyelewengan penggunaan pupuk ya,” jelas Nolo Garito, Senin, 2 November 2020.
Nolo panggilan akrab Nolo Garito, mengungkapkan, sudah melakukan komunikasi melalui surat dengan pihak BNI agar pembuatan kartu segera diselesaikan.
“Makanya dari dinas sudah mengirim surat dua kali ke BNI untuk segera menyelesaikan yang ini sesuai dengan rapat yang yang di Provinsi. Kemungkinan sekarang masih dikerjakan kartu taninya,” paparnya.
Dijelaskan olehnya, dengan adanya kartu tani ini, pihaknya menjamin bahwa petani akan mendapat kemudahan penebusan pupuk subsidi kepada kios yang sudah disediakan. Selain itu, harga pupuk bakal lebih murah dari non subsidi.
“Kalau pupuk subsidi lebih murah. Kalau non subsidi lebih mahal. Mungkin dikalikan dua dari non subsidi. Misalnya, harga subsidi urea Rp 100 ribu, kalau non subsidi Rp 200 ribu,” bebernya. (SUDUR/ROS/VEM)