PAMEKASAN, koranmadura.com – Pelaksanaan kompetisi Liga 1 2020 ditunda hingga tahun mendatang, keputusan penundaan kompetisi lantaran tidak mendapatkan rekomendasi izin dari Polri.
Masing-masing klub yang saat ini meliburkan aktivitas pemain memiliki kebijakan berbeda, termasuk Madura United yang melarang pemainnya mengikuti pertandingan sepak bola antar kampung (Tarkam).
Manajer sekaligus pelatih Madura United, Rachmad Darmawan menyampaikan alasan melarang skuadnya mengikuti pertandingan Tarkam. Menurutnya, menajamen khawatir pemain mengalami cedera.
“Kami meminta kepada pemain untuk tidak mengikuti pertandingan antar kampung atau kegiatan lain yang berpotensi menyebabkan pemain cedera,” kata Rachmad Darmawan, Jumat, 6 November 2020.
RD, panggilan Rachmad Darmawan, mengakui, pemain berpotensi mengikuti pertandingan Tarkam ketika libur panjang, tapi pertandingan tersebut rawan membuat pemain cedera.
“Libur panjang memang pemain rawan ikut pertandingan antar kampung, nanti kalau cedera klub yang dirugikan. Itu harus disadari oleh pemain,” ungkapnya.
Kata RD, pemain Madura United masih memiliki kewajiban kepada klub, karena mereka masih terikat kontrak.
“Sebelum kontrak dinyatakan selesai, tentu pemain memiliki kewajiban kepada klub. Salah satunya dengan menjalani latihan mandiri secara rutin sesuai dengan apa yang diinstruksikan,” terangnya. (RIDWAN/ROS/VEM)