SAMPANG, koranmadura.com – Sempat teransingkan dari kampung halamannya selama kurang lebih delapan tahun karena menganut paham Syiah, kini Ali Murtadho atau Tajul Muluk beserta istri dan 274 pengikutnya mengikrarkan diri untuk kembali ke ajaran Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja), di Pendapa Trunojoyo, Kamis, 5 November 2020.
Pernyataan Ikrar Tajul Muluk beserta Istri dan ratusan pengikutnya di saksikan oleh puluhan ulama se-Madura dan Forkopimda, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Rumadi Ahmad, Ketua MUI Jawa Timur KH. Abdusshomad Buchori, Perwakilan Pemprov Jatim, Kakanwil Kemenag Jatim, Pengasuh Ponpes Tebuireng dan Lirboyo.
Salah satu isi Ikrar tersebut yaitu harus mengakui kitab suci Al-quran dan mengakui jika paham syiah itu sesat dan menyesatkan. Selain itu, siap dibimbing oleh aqidah akhlak dan syariah islam.
“Dengan ini saya menyatakan melepaskan diri dari paham Syiah dan kembali ke ajaran Ahlussunah Wal Jamaah (Aswaja),” Ucap Tajul Muluk saat membacakan ikrar.
Tajul Muluk juga meminta maaf dan takdzim kepada ulama dan tokoh masyarakat di Madura, khususnya di Kabupaten Sampang. Sebab menurutnya, semua yang dilakukan saat ini karena sadar dan takut kepada Allah SWT serta memiliki beban dosa yang telah diperbuat selama ini.
“Dari hati yang tulus kita semua ikuti apa yang menjadi keinginan para tokoh dan kiai di Madura. Sehingga semua poin-poin yang dipersyaratkan kami terima dengan lapang dada,” katanya.
Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyampaikan rasa syukurnya setelah Tajul Muluk mengikrarkan diri untuk kembali ke ajaran Aswaja. Menurutnya, karena pemahaman yang dianut sebelumnya menjadikan konflik yang cukup lama.
Rekonsiliasi yang dilakukan hingga saat ini merupakan sinergi antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah dengan tokoh agama dan masyarakat.
Selain itu, Bupati Sampang mengaku hanya sebagai fasilitator dan mengomunikasikan kepada ulama se-Madura dan mengomunukasikan kepada warga di dua desa tersebut.
“Hari ini, Alhamdulilllah ikrar dilaksanakan dan sudah selesai, tinggal ke depannya apa yang kami akan lakukan dan dipikir bersama, jadi mohon doanya kepada Ulama, Kiai dan Tokoh Masyarakat, semoga berjalan sukses dan bisa terfasilitasi,” katanya. (MUHLIS/ROS/VEM)