SUMENEP, koranmadura.com – Nasib yang dialami Samarwa, seorang nenek renta di Desa Ketawang Laok, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur, sungguh mengharukan. Selama beberapa tahun silam dia tinggal hanya seorang diri di rumah bedek yang sangat sederhana.
Bukan karena terpaksa, melainkan karena kondisi ekonomi yang tidak memadai. Mau bekerja keras untuk memperbaiki ekonomi, dia sudah tidak bisa karena kondisi kesehatannya sudah menurun drastis. Maklum, dari sisi umur sudah masuk lanjut usia.
Meski kondisi yang serba terbatas, Samarwa tetap sabar dan tabah menjalani kehidupan ini. Dia tidak pernah putus asa, bahkan sifat sosialnya masih sangat tinggi, disaat tertentu Samarwa tetap berbaur dengan masyarakat sekitar tanpa canggung.
Saat ini rumah gedek yang ditinggali sudah hampir roboh termakan usia dan tidak direnovasi, dikala hujan turun atap rumah bocor, menyebabkan Samarwa semakin tak nyaman tinggal di rumahnya. Dengan kondisi ekonomi dan kondisi fisik yang sudah tua, dia tidak bisa berbuat banyak, dia hanya bisa mengelus dada sembari meratapi nasib yang akan dialami keesokan hari.
“Kalau melihat rumahnya memang bisa dikatakan sangat tidak layak untuk ditempati,” kata H. Herman, tetangga Nenek Samarwa.
Namun, kata dia, setelah melalui proses panjang, akhirnya anggota At-Ta’awun berinisiatif untuk membangun rumah yang lebih layak meski tanpa harus bergantung pada bantuan pemerintah. Sehingga masyarakat yang tergabung pada perkumpulan itu melakukan musyawarah bersama warga dan terjadi kesepakatan untuk membangunkan rumah nenek Samarwa. Saat ini pembangunan rumah nenek Samarwa mulai dikerjakan.
“Pekerjaan rehapnya dilakukan secara swadaya, termasuk dananya itu hasil dari sumbangan seikhlasnya anggota kumpulan At-Ta’awun. Selain itu, juga sebagian hasil sumbangan dari donatur bulanan,” jelas dia.
Menurutnya, pembangunan rumah milik Samarwa tidak ada tendensius politik praktis meski dalam waktu dekat di Sumenep akan menggelar Pilkada. Melainkan murni untuk saling membantu sesama demi terciptanya masyarakat yang adil, dan harmonis.
Sebab, hasil amatannya masih banyak warga yang membutuhkan uluran tangan dari warga lain yang taraf ekonominya sudah lebih baik.
“Kami sangat senang jika ada dermawan yang mau menafkahkan sebagian hartanya kepada warga yang kurang mampu. Apalagi bisa menjadi donatur tetap, kami sangat senang,” jelasnya.
Apalagi, lanjut Herman, kedepan gerakan sosial yang bakal dilakukan oleh anggota perkumpulan At-Ta’awun terus dilakukan. Selain membantu pembangunan rumah warga yang kurang mampu juga akan ada program sosial lain, seperti meberikan makanan siap saji setiap pekan. (JUNAIDI/ROS/VEM)