SAMPANG, koranmadura.com – Meski terjadi krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, keberadaan instalasi penyuling air laut atau Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di pulau Mandangin, Kecamatan Sampang, belum juga termanfaatkan dengan baik untuk warga kepulauan setempat.
Kepala Bidang (Kabid) Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Sampang, Siti Muathifah menyatakan, saat ini pemerintah setempat belum memiliki kewenangan untuk meperbaiki kerusakan yang terjadi pada alat SWRO tersebut. Namun begitu, pihaknya tetap berupaya agar alat tersebut kembali beroperasi.
“Belum dioperasikan kembali karena bangunan SWOR belum diserahkan kepada pemerintah daerah, hanya serah terima operasional yang sudah selesai dilakukan,” ujarnya, Senin, 2 November 2020.
Menurutnya, keberadaan SWRO sejauh ini dinilai sangat dibutuhkan masyarakat Pulau Mandangin. Bahkan pemerintah daerah turun langsung mengkoordinasikna kerusakan dengan pemerintah pusat.
“Bapak bupati sudah menghubungi pihak kementerian untuk meminta bantuan agar diperbaiki kembali bagian-bagian yang rusak. Alhasil, koordinasi kami direspon oleh pemerintah pusat,” ungkapnya.
Selain ada respon, Muatifah mengaku, pernah ada konsultan dari Kementerian yang mendatanginya, hanya saja sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut.
“Pernah ada konsultan dari Kementerian yang datang. Tapi hingga saat ini masih belum ada tindak lanjutnya,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, berdasarkan data yang dihimpun, pembangunan instalasi SWRO di Pulau Mandangin, Kecamatan Sampang Kota, tersebut berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Dorektorat Jenderal Cipta Karya Tahun Anggaran 2012.
Instalasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan teknologi SWRO tersebut sejatinya akan dimanfaatkan di pulau Mandangin yang berpenduduk sekitar 18 ribu jiwa. Instalasi SWRO itu merupakan bantuan pemerintah pusat yang telah dialokasikan dalam APBD tahun anggaran (TA) 2011 senilai Rp11 miliar. (MUHLIS/ROS/VEM)