SAMPANG, koranmadura.com – Menjadi salah satu sorotan di acara Talk Show Apa Kabar Sampang lantaran tak kunjung terisi oleh jabatan definitif menjelang tutup tahun 2020, ternyata kekosongan kursi jabatan setingkat kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mulai terisi meski tidak secara keseluruhan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang Yuliadi Setiayawan menyatakan, menjelang tutup tahun 2020, pihaknya mengaku telah mendefinitifkan lima kepala OPD, di antaranya Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pertanian (Dispertan), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).
“Kemarin selesai tiga, dan beberapa hari lalu kami selesaikan dua. Jadi diakhir tahun bakal ada lima kepala OPD definitif yang akan dilantik. Nanti di awal 2020, kami akan lakukan definitif lagi untuk jabatan yang masih Plt,” katanya saat menghadiri sekaligus menjadi narasumber di acara Talk Show Apa Kabar Sampang yang digelar oleh pegiat Madura Development Watch (MDW)-Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) di Aula Hotel PKPRI Trunojoyo setempat, Rabu, 16 Desember 2020.
Ditanya soal kepastian tidak ada mahar saat proses lelang jabatan, Yuliadi Setiawan menegaskan saat proses lelang setingkat jabatan pratama tersebut bebas adanya mahar. Pihaknya menyatakan komitmen bahwa saat proses lelang jabatan tersebut bebas mahar.
“Kami sudah punya komitmen kuat dan tegas, bahwa itu haram hukumnya. Karena itu yang merusak sistem. Kayak rekrutmen CPNS nih, sudah pakai CAT. Nah di lelang jabatan, assessment nya dilakukan BKD Provinsi Jatim dan kemudian panitia seleksi juga variatif yaitu dari Pemkab, luar pemkab, swasta. Terus mau main dari mana. Jadi siapapun itu yang mendengar, melihat dan ada bukti nyata, maka laporkan. Tapi jangan ada fitnah ya, karena fitnah ini berbahaya sekali,” tegasnya. (MUHLIS/ROS/VEM)