SAMPANG, koranmadura.com – Pasca diberlakukan kelonggaran di masa pandemi, paparan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mengalami lonjakan drastis.
Juru bicara Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Sampang, Agus Mulyadi tidak mengelak jika saat ini terjadi lonjakan drastis. Hingga saat ini paparan terkonfirmasi Covid-19 di wilayah mencapai 385 kasus dengan sebelumnya mencapai sekitar 200 kasus saat diberlakukan pengetatan aturan Covid-19.
“Sejak ada pelonggaran, peningkatan kasus Covid-19 terjadi kenaikan drastis. Per hari ada yang tiga, ada yang lima terkonfirm. Dulu kan sekitar 200 kasus, sekarang setelah dilonggarkan sudah mencapai 385 kasus positif Covid-19,” akunya, Kamis, 17 Desember 2020.
Sedangkan untuk kasus kematian akibat Covid-19, Agus sapaan akrab Agus Mulyadi menyatakan mencapai 22 orang. Selain itu pihaknya menyebut kasus kematian juga mengalami peningkatan yang drastis baik dari sampang sendiri maupun kiriman dari luar ke Sampang.
“Yang meninggal itu sudah mencapai 22 orang. Kami melihat September dan Oktober 2020, yang meninggal naik drastis kayaknya, baik di sampang maupun kiriman dari luar. Jadi semakin nanjak terus signifikan,” terangnya.
Soal klaster, Plt Kadinkes ini menyatakan berdasarkan hasil penelusuran (tracing), diakuinya banyak terjadi di klaster keluarga. Sehingga meski di area perkantoran saat ini juga terdapat pejabat terpapar positif Covid-19, menurutnya tetap berawal dari paparan keluarga seperti yang terjadi di Kantor Satpol PP.
“Kepala Satpol PP kan kenak. Meski begitu, kami lebih menyebutnya bukan klaster perkantoran tetapi klaster keluarga. Di sana (Satpol PP) kan awalnya istri dari stafnya kenak, kemudian suaminya (staf Satpol PP) kenak dan menyebar. Tapi murni awalnya dari kelurga,” jelasnya. (MUHLIS/ROS/VEM)