SAMPANG, koranmadura.com – Tidak ingin bakat para pebasket di Kabupaten Sampang redup di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Sampang, kembali mengadakan pertandingan kejuaraan bola basket antar klub se-Kabupaten Sampang tahun 2020.
Ketua Pelaksana event, Thommy Adhinata menyampaikan pertandingan kejuaraan bola basket antar club se-Kabupaten Sampang dilaksanakan di lapangan Wijaya Kusuma Sampang dan berlangsung selama empat hari sejak 5-8 Desember 2020. Menurutnya, event pertandingan bola basket yang digelar saat ini merupakan salah satu program dari berbagai program kerja di 2020 di Perbasi Sampang.
“Event merupakan program kami di Perbasi. Pertandingan bola basket ini juga rutin diselenggarakan setiap tahunnya selain untuk pertandingan bola basket antar pelajar. Untuk event saat ini diikuti sebanyak 8 klub bola basket se-Kabupaten Sampang, namun terbatas mengingat kondisi saat ini masih pandemi Covid-19,” ujarnya, Senin, 7 Desember 2020.
Menurut Thommy, tujuan diadakannya event tersebut meski saat ini berada di tengah pandemi Covid-19, pihaknya tidak menginginkan bakat dan talenta pebasket di wilayah Kabupaten Sampang menurun atau bahkan menjadi redup. Selain itu, pihaknya mengaku bukan hanya talenta para pelajar yang harus dikembangkan, melainkan talenta pebasket yang sudah tergabung dalam klub. Namun begitu, pihaknya tetap memperketat penerapan protokol kesehatan (Prokes) saat pelaksanaan event seperti cek kesehatan seperti pengecekan suhu tubuh para pemain dan penggunaan hand sanitizer untuk mencegah paparan Covid-19.
“Kami pancing dan pacu minat dan bakat para pebasket di kalangan klub agar bakat dan skillnya terus meningkat dan berkembang. Pembibitan dan regenerasi juga perlu, tapi bakat-bakat yang sudah dimiliki dan sudah terbentuk dalam klub tidak boleh redup, kalau perlu terus dikembangkan. Bukan hanya sekadar latihan saja, di kesempatan kejuaraan inilah para pemain akan menunjukan skilnya,” tegasnya.
Lanjut Sekretaris Perbasi Sampang ini menyatakan, dalam event pertandingan bola basket antar klub ini menggunakan sistem gugur dan menjaring empat klub untuk dinyatakan sebagai juara. Selain itu, event tersebut juga tidak sepenuhnya dibuka secara umum melainkan terbatas bagi klub-klub yang keaktifannya mulai menurun dan bagi klub yang memang sudah aktif. Hal itu dilakukan mengingat karena kondisi saat ini memasuki musim penhujan dan masih di tengah pandemi Covid-19. Adapun klub yang mengikuti event tersebut diantaranya tiga klub dari Kecamatan Sampang dan sisanya merupakan klub dari luar Kecamatan Sampang kota.
“Untuk yang belum mendapatkan kesempatan atau kalah dalam event, kami bantu sedikit sarana untuk penunjang bagi mereka di klubnya. Dan bagi yang keluar sebagai juara, nanti kami berikan trofi beserta piagamnya, kemudian juga uang pembinaan. Kami pengurus perbasi berharap, apapun kondisinya, para pebasket harus terus mengembangkan skilnya dengan terus latihan dan latihan, terus lakukan pembibitan sebagai bentuk regerasi di klub,” harapnya.
Di sisi lain, pihaknya juga siap memfasilitasi bagi klub-klub yang mempunyai keluhan baik dari pelatihan dan teori-teori di lapangan maupun untuk sharing pendapat.
“Kami siap menerima pengaduan dari teman-teman klub di bawah. Bahkan kami siap juga akan turun ke bawah jika dibutuhkan untuk pelatihan teori di lapangan maupun tukar pendapat,” pungkasnya. (ADV/Muhlis/ROS/VEM)