SAMPANG, koranmadura.com – Terendam banjir akibat diguyur hujan, kini pemerintah Kabupaten Sampang, mendirikan empat dapur umum untuk membantu warga terdampak banjir.
Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos), Dinas sosial (Dinsos) Kabupaten Sampang, Erwin mengatakan, lokasi keempat dapur umum untuk terdampak banjir di Sampang tersebar di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Sampang. Tujuan pendirian dapur umum tidak lain untuk menyuplai makanan kepada korban terdampak banjir.
“Keempat dapur umum masing-masing berada di Jalan Semeru Kelurahan Rongtengah, Desa Pangilen, Desa Pasean dan di Dinsos sendiri,” katanya Kamis, 9 Desember 2020.
Sejak dini hari, kondisi banjir di Desa Kamoning diperkirakan mencapai setinggi satu meter. Aliran air kemudian mengalir ke hilir hingga ke daerah perkotaan Sampang.
Sejak pagi hingga siang hari, luapan sungai Kali Kamoning semakin meluas di beberapa titik jalan protokol dan kelurahan di wilayah Kecamatan Sampang seperti Jalan Wahid Hasyim, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Imam Bonjol, melati, mawar, teratai, Rajawali, Hasyim Ashari, dan beberapa ruas jalan lainnya di empat kelurahan seperti Kelurahan Delpenang, Gunung Sekar, Rongtengah dan Karangdalem.
Pantauan koranmadura, ketinggian air di jalan Imam bonjol dan Melati, Kelurahan Dalpenang mencapai setinggi lutut hingga perut orang dewasa.
Sedangkan untuk wilayah terdampak banjir berdasarkan data yang diperoleh yaitu sebanyak lima desa dan empat kelurahan di wilayah Kecamatan Sampang.
Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Moh Imam saat dikonfirmasi mengarahkan untuk langsung kepada atasannya.
“Silahkan ke bapak langsung mas,” katanya.
Sementara Kepala BPBD Sampang, Anang Joenaidi saat dikonfirmasi untuk mengetahui perkembangan kondisi banjir masih belum bisa terkonfirmasi. Dihubungi melalui nomor selulernya belum juga direspon. (MUHLIS/ROS/VEM)