SUMENEP, koranmadura.com – Banjir yang melanda Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi, dan Desa Pateam, Kecamatan Batuan, Sumenep, Madura, Jawa Timur, sudah memasuki hari ketiga.
Namun hingga Kamis, 7 Januari 2021, air belum juga surut. Piluhan rumah warga masih terendam. Ketinggian air masih setinggi lutut orang dewasa.
Meski begitu, di lokasi sejauh ini tidak ada tenda darurat yang disesiakan pemerintah, dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Mengenai hal itu, Kepala BPBD Sumenep, Abd. Rahman Riadi mengatakan, pihaknya sebetulnya memiliki opsi untuk menyediakan tenda darurat untuk mengevakuasi warga terdampak.
“Tapi masyarakat tidak mau untuk dievakuasi karena ketinggian air memang tidak terlalu mengkhawatirkan, dan mereka ingin menjaga harta bendanya,” kata Rahman, Kamis, 7 Januari 2021.
Berdasarkan data yang dimiliki BPBD Sumenep, di Desa Nambakor ada 32 kepala keluarga yang terdampak banjir. Sedangkan di Patean sebanyak 33 kepala keluarga. BPBD sudah menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.
Selain merendam pemukiman warga, banjir juga merendam ratusan hektare tanama padi. Hingga sekarang belum surut. Kemudian air juga meluap hingga jalan nasional Sumenep – Pamekasan. FATHOL ALIF/ROS/VEM