PAMEKASAN, koranmadura.com – Hari ini, Senin, 25 Januari 2021, masyarakat Pamekasan, Madura, Jawa Timur, heboh membicarakan sosok tokoh kandidat pengganti Wabup Pamekasan yang tiba-tiba muncul di media sosial.
Gambar tokoh politik hingga birokrat Pamekasan, terus disebar di media sosial, Facebook dan WhatsApp, sejak pagi hingga pukul 21:03 Wib.
Tokoh yang disebut kandidat pengganti alm Wabup Rajae, antara lain Sekda Pamekasan, Totok Hartono, Istri alm Rajae, Yuni Lailatul Fitriyah.
Ketua PKB, Ali Wafa, Ketua PAN, Heru Budi Prayitno, Wakil Ketua DPRD, Syafiuddin, Sekretaris Fraksi PKS, Al Anwari.
Bahkan, Anggota DPR RI dan Jatim, Slamet Ariyadi dan H. Malik Efendi, ikut serta dipopulerkan sebagai kandidat pengganti Wabup Pamekasan, sebelumnya tak ada satu pun Parpol membicarakan dua sosok ini.
Tokoh-tokoh sengaja dimunculkan pasca Partai Politik (Parpol) pengusung Baddrut Tamam-Rajae (Berbaur) melakukan konsolidasi pengganti Wabup Pamekasan.
“Sudah (konsolidasi), nanti finalnya akan saya undang pers. Kita kan menunggu Dewan melakukan sidang paripurna pemberhentian Rajae sebagai Wabup,” kata Ketua PAN Pamekasan, Heru Budi Prayitno.
Ulah Kader Parpol Koalisi dan Oposisi
Heru, panggilan Heru Budi Prayitno, tidak menampik jika ada tokoh-tiba-tiba muncul sebagai kandidat. Mereka sengaja dimunculkan oleh kader Parpol, baik koalisi maupun oposisi agar banyak calon pengganti Wabup.
“Tapi saya yakin Bupati bukan politisi kemarin sore, dia tahu betul mekanisme dan aturannya, jadi saya minta jangan kebiri akal sehat publik dengan memuncuklkan banyak figur,” ungkapnya.
Menurut Heru, Parpol koalisi berperan penting menentukan calon Wabup Pamekasan, untuk direkomendasikan kepada Bupati.
“Sudah jelas mekanisme dan aturannya bahwa partai koalisi mengajukan 2 nama ke Bupati, silahkan nanti dipilih disidang paripurna,” jelas Heru.
Heru menuturkan, tidak masalah banyak tokoh muncul sebagai kandidat pengganti Wabup Pamekasan agar politik berjalan dinamis.
“Tapi jangan kebiri akal sehat publik yang sebenarnya sudah tahu mana yang layak dipilih atau tidak berdasarkan aturan,”tuturnya.(RIDWAN/ROS/VEM)